Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
7 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
2
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
Sumatera Barat
21 jam yang lalu
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
3
20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
Payakumbuh
19 jam yang lalu
20 Napi di Payakumbuh Tertunda Penahanan Akibat Protokol Kesehatan
4
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
Solok
5 jam yang lalu
Sempat Dihajar Massa, Warga Padang Terduga Pencuri Mobil Akhirnya Diamankan Polisi
5
Polisi Amankan Delapan Mobil Masuk Sumbar Lewat 'Jalan Tikus'
Limapuluh Kota
19 jam yang lalu
Polisi Amankan Delapan Mobil Masuk Sumbar Lewat Jalan Tikus
6
Sumbar Buka Sebagian Destinasi Wisata dengan Pengawasan
Sumatera Barat
21 jam yang lalu
Sumbar Buka Sebagian Destinasi Wisata dengan Pengawasan
Loading...
Home  /   Berita  /   Ekonomi

Pengunjung Berdesakan tanpa Masker, Pasar Oprakan Notoharjo Solo Ditutup Sementara

Pengunjung Berdesakan tanpa Masker, Pasar Oprakan Notoharjo Solo Ditutup Sementara
Rabu, 13 Mei 2020 16:28 WIB
JAKARTA - Pemerintah Kota Solo menutup sementara lokasi jual beli pedagang oprokan di Pasar Notoharjo, Pasarkliwon, Solo. Penutup berlaku selama tiga hari, mulai 14-16 Mei 2020. Ribuan orang yang terlibat jual beli di sana terpaksa harus libur.

Penutupan sementara pasar klitikan (onderdil dll) tersebut diumumkan langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi, Rabu (13/5). Selain memasang poster pengumuman, dia juga menyampaikan ke pedagang melalui pengeras suara.

"Mohon mulai besok pagi, mulai dari Kamis, Jumat dan Sabtu, para pedagang oprokan di Pasar Notoharjo sementara dilarang berjualan dulu. Antara paguyuban dan Dinas Perdagangan perlu dirumuskan supaya pengunjung itu tidak berjubel," ujar Heru.

Heru menyampaikan, penutupan sementara zona oprokan Pasar Notoharjo merupakan merupakan bentuk respons dari pemerintah kota atas adanya aduan warga. Mereka melihat selama ini masih banyak warga dan pedagang yang melanggar protokol kesehatan. Selain bergerombol, pengunjung juga berdesak-desakan dan tidak mengenakan masker.

Menurut Heru, penutupan selama tiga hari bertujuan untuk mengatur zona oprokan agar sesuai dengan protokol kesehatan saat wabah Covid-19.

"Nanti kalau sudah ditata rapi, masih ada yang ngeyel, petugas akan memberikan sanksi," tandasnya.

Sanksi tersebut di antaranya pedagang yang tidak memakai masker tidak boleh berjualan selama tiga hari dan bisa diperpanjang. Bahkan, lanjut Heru, hingga sanksi pencabutan SHP bagi pedagang yang di kios. Sedangkan untuk pengunjung tidak diperbolehkan masuk pasar jika tanpa masker.

"Pemerintah tidak menggusur, tidak menutup seterusnya. Namun hanya menata. Besok mulai Minggu, kalau menjumpai pembeli yang tidak menggunakan masker, tolong juga ikut mengingatkan. Karena petugas kita terbatas," pungkas dia.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Merdeka.com
Kategori : Peristiwa, Ekonomi

Loading...
www www