Home  /  Berita  /  Nasional

IDI Sebut Lebih 1.000 Kematian Akibat Corona, Begini Tanggapan Pemerintah

IDI Sebut Lebih 1.000 Kematian Akibat Corona, Begini Tanggapan Pemerintah
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona. (int)
Minggu, 19 April 2020 16:25 WIB
JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih menyebutkan, kematian akibat virus corona di Tanah Air sudah melebihi 1.000 orang.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mempertanyakan data IDI tersebut.

''Dia (IDI) dapat data dari mana? Kalau data dari saya kan jumlah konfirmasi positif, apakah semua orang yang meninggal harus Covid? Kalau nggak COVID nggak boleh meninggal? Nggak, kalau di saya itu data yang konfirmasi Covid saja. Kalau data yang bukan Covid juga ada, tapi yang saya umumkan cuma data Covid,'' kata Yurianto, Ahad(19/4/2020), seperti dikutip dari detik.com.

''Kalau semua kematian dijumlahkan ke konfirmasi positif, pasti angkanya tinggi,'' sambung Yuri.

Ads

Yuri menegaskan, pihaknya juga memiliki data kematian untuk pasien dalam pengawasan (PDP) dan juga orang dalam pemantauan (ODP). Namun, yang dia umumkan setiap hari ke masyarakat hanya pasien yang terkonfirmasi positif saja tidak digabung dengan PDP dan ODP.

''Ada (data). Yang saya umumkan itu sama dengan apa yang saya laporkan ke WHO,'' tegasnya.

Sebelumnya, IDI mengungkap angka kematian akibat virus corona di Indonesia mencapai 1.000 orang. Jumlah itu termasuk kematian pasien dalam pengawasan (PDP) corona.

''Dari angka positif Covid yang meninggal dan PDP Covid yang meninggal di RS yang merawat atau barangkali ada juga yang di luar di rumah sakit, tapi sudah dilaporkan sebagai PDP itu, kalau ditotal-total ya memang angkanya di atas angka yang disebutkan,'' ujar Humas PB IDI, Halik Malik saat dihubungi Sabtu (18/4).

Ketua Umum IDI, Daeng M Faqih menjelaskan data yang didapat IDI adalah data kematian pasien positif corona dan PDP yang dilaporkan oleh rumah sakit yang menangani pasien corona di Indonesia.

Angka ini ditambah dengan PDP yang sudah dikonfirmasi positif corona berdasarkan hasil pemeriksaan setelah PDP itu meninggal.

Daeng menilai pemeriksaan terkait virus corona di Indonesia relatif kurang cepat. Karena itu, mereka yang berstatus PDP meninggal dunia sebelum hasil pemeriksaan keluar.

''Kurang cepat pemeriksaannya sehingga yang mati dalam status PDP belum keluar hasilnya malah tak sempat diperiksa. Ini pentingnya testing perlu diperluas dan dipercepat prosesnya seperti yang disampaikan Presiden,'' ujar Daeng.

Untuk diketahui, jumlah pasien corona meninggal di Indonesia Per 18 April 2020 ada 535 orang. Sementara untuk pasien corona yang dinyatakan sembuh itu ada 631 orang.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Nasional, Kesehatan
wwwwww