Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
Hukum
5 jam yang lalu
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
2
Sukamta Sebut New Normal Hanya Kedok Pemerintah Tutupi Kegagalan Tangani Covid-19
Politik
22 jam yang lalu
Sukamta Sebut New Normal Hanya Kedok Pemerintah Tutupi Kegagalan Tangani Covid-19
3
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
Hukum
5 jam yang lalu
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
4
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar 'Bokep' Eks Kontributor Majalah Dewasa
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar Bokep Eks Kontributor Majalah Dewasa
5
Eks Kontributor Playboy Jadi Dirut TVRI, Hidayat: Dewas Kangkangi TAP MPR Etika Kehidupan Berbangsa
Politik
8 jam yang lalu
Eks Kontributor Playboy Jadi Dirut TVRI, Hidayat: Dewas Kangkangi TAP MPR Etika Kehidupan Berbangsa
6
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
GoNews Group
23 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Haji Lulung ke Abu Janda, Sudahlah... Jangan Bikin Keresahan!

Haji Lulung ke Abu Janda, Sudahlah... Jangan Bikin Keresahan!
Selasa, 14 Januari 2020 22:34 WIB
JAKARTA - Banjir yang terjadi di sejumlah daerah di DKI Jakarta pada awal pergantian tahun 2020 bukan semata-mata karena Gubernur DKI Jakarta.

Pasalnya, banjir terjadi karena curah hujan yang sangat ekstrem. Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatatkan curah hujan tersebut menjadi yang tertinggi sejak 154 tahun lalu.

Begitu kata mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau yang akrab disapa Haji Lulung saat ditemui di Gedung Balaikota, Selasa (14/1).

"Jadi ini (banjir) bukan semata-mata kesalahan Anies," ujar Haji Lulung yang kini menjadi anggota DPR RI saat mengawal aksi unjuk rasa kawal Anies.

Haji Lulung melihat unjuk rasa yang dilakukan kubu kontra Anies sangat kental dengan nuansa politis. Apalagi tudingan massa yang dipimpin politisi PDIP Dewi Tanjung dan pegiat media sosial Abu Janda itu tidak adil.

"Kalau memang fair audiensi saja, kasih buku pintarnya ke Anies. Apalagi ini tidak pernah hasil-hasil tesis dia sampaikan aja ke kita," katanya.

Selain itu, Lulung juga menegaskan dirinya konsisten mendukung Anies sampai massa baktinya selesai.

Dirinya juga berpesan kepada semua pihak untuk tidak perlu membandingkan Anies dengan gubernur lain. Sebab sesuai keterangan BPK, Anies telah terbukti dengan meraih predikat WTP atau Wajar Tanpa Pengecualian.

"Sudahlah yang namanya Abu Janda, ayo bersama bangun Jakarta. Jangan buat keresahan. Ini bentuk yang timbul dari upaya dia yang tidak konseptual, tidak punya konten terhadap pembangunan Jakarta," sindir Lulung.***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : Gelora.co
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www