Loading...
Home >  Berita >  Umum

Destinasi Wisata Mandeh, Surga Dunia Itu Nyata di Sumbar

Destinasi Wisata Mandeh, Surga Dunia Itu Nyata di Sumbar
Kawasan wisata Pulau Sironjong Ketek, kawasan Mandeh. (GoRiau.com/Winda)
Senin, 23 Desember 2019 01:19 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PAINAN - Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mempunyai banyak objek wisata bahari yang menawan dan tidak kalah dengan daerah lainnya di nusantara. Di daerah ini, ada banyak pulau yang bisa disinggahi.

Setidaknya, ada 7 destinasi yang tak boleh terlewatkan saat berlibur di Pesisir Selaan yang beribukotakan Painan.

Dari ketujuh destinasi tersebut, yang paling menarik adalah objek wisata di kawasan Puncak Mandeh. Lokasinya berada di Ampang Pulai, Koto IX Tarusan, Pesisir Selatan.

Lokasinya sekitar 56 kilometer dari Padang yang merupakan ibukota Sumatera Barat. Daerah ini berada di bagian ujung dari Pesisir Selatan dari arah ibukota Sumatera Barat.

Untuk mencapai daerah ini, kita akan melalui jalur menanjak di perbukitan yang menyuguhkan tontonan alam yang indah. Dari puncak, nampak laut yang tenang dengan pulau-pulau. Dan ketika mentari tenggelam, keindahan nan istimewa pun muncul.

GoRiau.com bersama rombongan dari Pekanbaru, beberapa waktu lalu berkesempatan untuk melihat langsung keindahan kawasan Mandeh dan objek wisata lain di Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Kami mulai penelusuran dari Kota Painan, ibukota dari Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Dari sini sudah terasa gumpalan awan dengan cuaca sedikit mendung sudah menemani perjalanan awal kami menuju wisata air dengan menggunakan perahu motor yang berkapasitas 15 orang untuk satu paket perjalanan.

Pulau pertama yang kami kunjungi adalah Setan Island. Mendengar namanya, tentunya membuat siapa pun bergidik ngeri. Pulau ini cukup populer di kalangan wisatawan.

Namun anda tidak perlu khawatir, karena disini anda tak akan menemukan sesuatu yang menyeramkan. Justeru anda akan dibuat kagum dengan keindahan pulau ini. "Wah kirain seram, tapi ternyata bagus dan bikin betah di sini," gumam saya dalam hati saat melihat pulau yang benar-benar menakjubkan itu. "Mungkin inilah yang disebut surga tersembunyi itu".

Kisah Penamaan Pulau Setan

Dari penelusuran GoRiau.com dan perbincangan dengan warga setempat, ternyata, awalnya, nama pulau tersebut bukanlah pulau Setan, melainkan Pulau Sultan. Namun menurut para sesepuh di sini, lidah orang sekitar, sulit mengucapkan kata Sultan dan lama kelamaan terucap menjadi Setan. Jadi, nama Setan yang terdengar begitu seram hanyalah soal salah pelafalan, bukan karena adanya kisah seram dibaliknya.

Di pulau ini, jika anda haus dan merasa lapar, anda juga tidak perlu khawatir. Karena pulau yang masuk kawasan terpadu Mandeh ini, telah tersedia warung yang menjual aneka makanan dan minuman.

Di sini, juga ada aksi wisata banana boat dan donat boat dengan tarif Rp 25.000-Rp 30.000. Karena pulau ini tidak seramai pulau-pulau yang ada di sekelilingnya, maka pulau Setan sangat direkomendasikan bagi anda yang ingin refreshing, menenangkan pikiran dan jauh dari keramaian.

Akomodasi di Pulau Setan

Untuk berwisata ke pulau Setan, anda bisa naik perahu melalui TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Carocok, Tarusan dengan biaya minimal Rp 20 ribu pergi-pulang.

Bagi anda yang ingin berkeliling di sekitaran pulau, anda juga bisa menggunakan jasa boat milik pemuda setempat dengan biaya terjangkau yaitu sekitar Rp500.000 - Rp 750.000. Tarif ini tergantung wilayah mana saja yang ingin dikunjungi, seperti Pulau Setan, Sironjong Gadang, Sironjong Ketek, Hutan Mangrove hingga air terjun Sei Gemuruh.

Usai mencoba beberapa wahana, perut kami pun mulai "bernyanyi" tanda minta diisi. Kami pun memutuskan untuk makan siang bersama di pulau Setan ini. Setelah perut terisi dan beristirahat sebentar, perjalanan kami pun berlanjut ke Pulau Sironjong Ketek. Lokasi ini merupakan lokasi terbaik untuk uji nyali ketinggian, yaitu lompat tebing di lautan.

Pulau Sironjong Ketek dijadikan tempat terbaik untuk mencoba atraksi lompat tebing dari ketinggian kurang lebih 20 meter. Atraksi ini pasti menggiurkan terlebih lagi bagi para pencinta olahraga ekstrem.

Di sini, masyarakat sekitar sudah menyediakan sebuah kayu untuk dijadikan tempat melompat di ketinggian tersebut. Dan, juga anak tangga yang sudah disusun rapih sehingga anda tak perlu susah payah untuk memanjat tebing. Namun, tetap harus hati-hati karena anak tangganya licin terutama jika sudah diguyur hujan. Sehingga, saat menaiki anak tangga, traveller harus memegang tali biar tidak terjatuh dan berakibat fatal.

Sesampainya di atas, siap-siap deh untuk atur kecepatan serta pernafasan saat melompat. Dijamin, perasaan langsung lega ketika tiba di bawah karena airnya sangat jernih dan juga indah sekali lho di sana.

Pesona menakjubkan tak hanya dihadirkan dari tebing tinggi saja, Anda juga bisa menikmati pemandangan bawah laut dengan menyelam atau snorkeling di pulau Sironjong Kecil. Aksi ini jangan dilewatkan, karena ada bakal menyesal jika tidak ikut menikmatinya.

Perjalanan kami belum terhenti lokasi ketiga yang kami kunjungi adalah Sironjong Gadang. Di pulau ini adalah waktunya menikmati keindahan terumbu karang di kedalaman laut dengan air jernih dan tenang. Ikan-ikan berwarna aneka jenis pun seolah tak takut menghampiri.

Tak perlu khawatir bagi yang tak bisa berenang. Pemilik kapal dengan senang hati meminjamkan jaket pelampung, dan kaca mata air. Kedalaman airpun hanya berkisar 150-170 centimeter.

Puas bermain air asin, saatnya wisata air tawar di kawasan Hutan Mangrove dan Sungai Gemuruh. Kapal kami pun berlayar melewati alur hutan mangrove menuju Sungai Gemuruh.

Di Sungai Gemuruh, para wisatawan bisa bermain di air terjun yang mengalir deras di bebatuan. Ada beberapa tingkatan di kawasan air terjun tersebut. Susunan bebatuan dengan air terjun mengalir, yang dipagar pohon-pohon menjulang di setiap sisi cocok untuk menyejukkan mata.

"Untuk menyewa kapal dalam perjalanan ini, sehari harganya Rp600.000 untuk kapasitas 15 orang. Tetapi bisa kurang untuk kapal kecil berkapasitas 10 orang, biasanya Rp400.000- Rp500.000 perharinya," ujar pengemudi kapal yang menemani perjalanan kami.

Hari pun menuju senja dengan matahari tampak mulai ke Barat. Perjalanan berakhir dengan rasa puas dan jari-jari tangan yang terlihat berkeriput akibat terendam air seharian.

Kami kemudian diantar menuju penginapan di sebuah pulau bernama Labuan Sundai. Lokasi penginapan yang tepat berada disisi pantai ini juga tak kalah menarik, meski tanpa wahana bermain, pantai di Labuan Sundai tak kunjung bosan memikat hati untuk terus menatap.

Disini, malam yang tenang, diiringi suara deburan ombak dan saling sahut menyahut suara serangga, cicak dan gemerisik dedaunan yang tertiup angin. Tampaknya, Labuan Sundai adalah lokasi komplit untuk memanjakan mata dan telinga, juga jiwa para wisatawan dengan nuansa alam.

Jadi jangan tunggu lagi, jika ada ke Sumatera Barat, jangan lupakan singgah di kawasan Mandeh yang elok dan menawan ini.***

Editor : Muslikhin Effendy
Kategori : Umum, Peristiwa, Sumatera Barat

Loading...
www www