Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
Politik
17 jam yang lalu
Sisa 20 Hari Tentukan RUU HIP, Bamsoet: Bola Ada di Tangan Pemerintah
2
Melihat National Geographic 'Berburu' Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
Peristiwa
18 jam yang lalu
Melihat National Geographic Berburu Kuliner Minang yang Bikin Rendang Semakin Mendunia
3
Pemda Solok Selatan Hapus Aset 'Medan Nan Bapaneh' untuk RTH Seribu Rumah Gadang
Solok Selatan
17 jam yang lalu
Pemda Solok Selatan Hapus Aset Medan Nan Bapaneh untuk RTH Seribu Rumah Gadang
4
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
22 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
5
Syarief Hasan: MPR dan PBNU Satu Pandangan soal Pembatalan RUU HIP
Politik
17 jam yang lalu
Syarief Hasan: MPR dan PBNU Satu Pandangan soal Pembatalan RUU HIP
6
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Peristiwa
2 jam yang lalu
Kalung Anti Corona Kementan Tak Masuk Akal, Praktisi Medis: Ketakutan di-Reshuffle?
Loading...
Home  /   Berita  /   Pendidikan

Oknum Guru PPKn Dicokok karena Cabuli Belasan Siswa Laki-laki

Oknum Guru PPKn Dicokok karena Cabuli Belasan Siswa Laki-laki
Ilustrasi: pixabay
Minggu, 08 Desember 2019 19:19 WIB
MALANG - Polres Malang mengamankan CH, seorang oknum guru honorer salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, karena mencabuli belasan siswa laki-laki.

CH yang merupakan guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), sekaligus guru Bimbingan Konseling (BK) itu, ditangkap di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Polisi mengungkapkan, ada 18 siswa laki-laki yang menjadi korban pencabulan CH. Jumlah tersebut tak menutup kemungkinan akan bertambah.

"Tersangka diamankan dan diserahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan," ujar Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung seperti dikutip dari indozone.id, Minggu (8/12/2019).

Modusnya, CH membujuk korban dengan alasan untuk penelitian disertasi S3. CH mengambil sampel sperma, rambut kemaluan, rambut kaki, rambut ketiak, dan mengukur panjang alat kelamin korban.

Sebelum mencabuli para siswa, para korban diminta bersumpah di atas Al-Qur'an agar tidak membeberkan perbuatannya kepada orang lain.

Tersangka melakukan perbuatannya dalam kurun waktu yang berbeda-beda. CH pertama kali melakukan aksi cabulnya pada tahun 2017 dan terakhir melakukan perbuatan cabul tersebut pada Oktober 2019.

Hingga akhirnya, kelakuan bejat CH terkuak setelah salah satu siswa memberanikan diri bercerita kepada salah satu guru mereka.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 82 ayat 1 dan 2, Jo pasal 76 E Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Pendidikan, Hukum, Peristiwa, GoNews Group

Loading...
www www