Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
Politik
24 jam yang lalu
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
2
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
GoNews Group
15 jam yang lalu
Kalaupun Minta Maaf, Polisi Akan Tetap Proses Hukum Denny Siregar
3
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Anas Nasikhin: Debat Adian Vs Erick Tohir, Gak level
4
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
24 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
5
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
24 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
6
Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
Padang
13 jam yang lalu
Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
Loading...
Home  /   Berita  /   Politik

Istana Tunggu Naskah Akademik dari MPR soal Tiga Periode Jabatan Presiden

Istana Tunggu Naskah Akademik dari MPR soal Tiga Periode Jabatan Presiden
Foto: Kompas
Jum'at, 22 November 2019 17:12 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko mempersilakan MPR mengkaji sejumlah wacana termasuk perpanjangan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode, yang muncul di tengah wacana amandemen UUD 1945.

"Mungkin nanti lebih ke bagaimana wacana akademik, setelah itu melalui round table discussion diperluas. Lalu akan mengerucut apakah pandangan itu pas atau tidak dan seterusnya," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (23/11/2019).

Mantan Panglima TNI itu pun berharap tak muncul kegaduhan di tengah masyarakat hanya karena isu tersebut. Katanya, "itu kan baru wacana ya! Wacana boleh saja,".

"(Di, red) negara demokrasi, semua pandangan, pendapat, terwadahi ya! Itu baru suara-suara dari masyarakat," ujar Moeldoko sembari menegaskan, Istana belum menentukan sikap atas wacana tersebut.

Sebelumnya, usulan perubahan atas masa jabatan Presiden mengemuka dalam rencana amandemen terbatas UUD 1945. Ada yang mengusulkan perpanjangan menjadi delapan tahun per periode, ada pula yang minta diperpendek menjadi empat tahun tapi bisa dipilih sebanyak tiga kali, atau tak diperpanjang ataupun diperpendek tapi bisa menjabat sebanyak tiga periode.***


Loading...
www www