Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
Peristiwa
8 jam yang lalu
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
2
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
GoNews Group
14 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
3
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
GoNews Group
14 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
4
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
GoNews Group
6 jam yang lalu
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
5
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
Politik
6 jam yang lalu
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
6
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Pendidikan
15 jam yang lalu
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Maruarar Dorong DPR Undang Perwakilan Radikalis

Maruarar Dorong DPR Undang Perwakilan Radikalis
Ilustrasi Radikalisme: net.
Kamis, 29 Agustus 2019 01:43 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Politisi PDI-P, Maruarar Sirait, bicara soal radikalisme saat membahas buku genre politik berjudul 'Akal Sehat' karya Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo alias Bamsoet di Menteng, Jakarta, Rabu (28/08/2019).

Maruarar meyakini, "masih ada dari mereka (WNI yang terpapar radikalisme, red) yang bisa diajak bicara," .

Data pemetaan sel-sel radikalisme (anti Pancasila) di Indonesia pun, diyakininya sudah dimiliki oleh Badan Pengarah Idiologi Pancasila (BPIP). Namun Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP, Romo Benny Susetyo yang hadir di lokasi mengatakan, BPIP belum memetakan hal tersebut, tapi bisa menggunakan data BNPT terkait hal itu.

Kritisi Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait, adalah efektifitas kerja-kerja sosialisasi Pancasila dan 4 Pilar, yang seharusnya menyasar orang-orang yang dipetakan terpapar radikalisme, "bukan kepada orang yang sudah nasionalis atau pluralis,".

Terkait dengan politik akal sehat yang menjadi buah pikiran Bamsoet dalam bukunya, Ara pun mendorong Bamsoet agar duduk bersama dengan perwakilan-perwakilan radikalis yang terdata oleh BNPT.

"Sebagai Ketua DPR, masih sisa satu bulan lagi (masa jabatan, red), undanglah (mereka, red) yang berpotensi radikal, apakah tokoh-tokohnya, apakah anak mudanya, apakah jaringannya. Ajak bicara!" kata Ara.

Pandangan Ara, keberadaan barisan radikalis (anti Pancasila) jelas turut menjadi bagian dari potret politik Indonesia. Dan politik akal sehat yang digemakan Bamsoet melalui bukunya, sedianya bisa diimplementasikan nyata dalam meminimalisir paham-paham anti Pancasila tersebut.***

Kategori : GoNews Group, Politik

Loading...
www www