Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
Agam
20 jam yang lalu
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
2
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
GoNews Group
19 jam yang lalu
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
3
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
11 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
4
Pengangkatan Plt Direktur RSUD Pasaman Barat Diduga Langgar Aturan
Pasaman Barat
23 jam yang lalu
Pengangkatan Plt Direktur RSUD Pasaman Barat Diduga Langgar Aturan
5
Akibat Ledakan Dahsyat di Beirut, 300 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Internasional
11 jam yang lalu
Akibat Ledakan Dahsyat di Beirut, 300 Ribu Orang Kehilangan Rumah
6
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
GoNews Group
11 jam yang lalu
Penderita  Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Mahfud MD Didorong Lapor Polisi, Kueri 'Pesantren Radikal' juga Didominasi Media Besar

Mahfud MD Didorong Lapor Polisi, Kueri Pesantren Radikal juga Didominasi Media Besar
Ilustrasi pesantren radikal dari jalandamai.org
Senin, 19 Agustus 2019 12:07 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsudin berpendapat, informasi soal adanya radikalis asal luar negeri (LN) yang hendak masuk ke Indonesia dan membiayai pesantren yang 'berbeda' seharusnya disampaikan resmi ke polisi, bukan dilempar menjadi isu panas semata di masyarakat.

Pernyataan Din Syamsudin ini, merespon informasi yang dinyatakan Mahfud MD, sebagaimana banyak diberitakan.

"Pernyataan Mahfud MD bahwa ada pengusaha Arab membawa uang untuk membantu kelompok radikal di Indonesia bernada tuduhan dan menciptakan keresahan di kalangan masyarakat. Maka sebaiknya Mahfud MD menjelaskannya dan melaporkannya ke kepolisian," ungkap Din dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18//08/2019).

Mantan Ketua PP Muhammadiyah ini menyampaikan, kalau tidak melaporkan ke Polisi, maka itu sama saja dengan melempar isu atau menyebar fitnah. Kata Din, "ini berbahaya bagi kerukunan bangsa,".

Kekhawatiran Din, cukup beralasan. Pencarian kata kunci "pesantren radikal" di mesin pencari google diisi oleh berita pernyataan Mahfud yang dimuat media-media besar dalam dua hari terakhir.

Di urutan terbawah, ada nu.or.id dengan judul berita 'Pesantren Radikal dan Anti-NKRI Harus Dibubarkan' yang dimuat pada Mei 2018 silam.

Sebelumnya, saat di Gedung JS Luwansa, Jakarta, Jumat (16/08/2019), Mahfud menyebut bahwa dirinya mendapat informasi penganut paham radikal akan masuk ke Indonesia dengan membawa sejumlah dana untuk mendirikan pesantren beraliran radikal.

"Ada info masuk, sekarang ini di luar negeri itu sudah banyak penganut Islam radikal yang ditangkap tapi mereka mau lari ke sini (Indonesia). Bawa uang mau mendukung pesantren, mendirikan pondok pesantren yang (ajarannya) berbeda," ungkap Mahfud dikutip dari rmoljabar.***


Loading...
www www