Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal Bantuan Karyawan dengan Upah di Bawah Rp5 Juta, Ini Catatan Komisi XI
GoNews Group
14 jam yang lalu
Soal Bantuan Karyawan dengan Upah di Bawah Rp5 Juta, Ini Catatan Komisi XI
2
Usai Diajak Nonton Video Porno, Gadis 18 Tahun Digilir 4 Pria dan Dibiarkan Terkapar di Halaman Rumah
Peristiwa
12 jam yang lalu
Usai Diajak Nonton Video Porno, Gadis 18 Tahun Digilir 4 Pria dan Dibiarkan Terkapar di Halaman Rumah
3
Ekonomi Anjlok, Wakil Ketua MPR: Bukti Kebijakan Pemerintah Tak Efektif
GoNews Group
13 jam yang lalu
Ekonomi Anjlok, Wakil Ketua MPR: Bukti Kebijakan Pemerintah Tak Efektif
4
Total 118.753 Orang, 1.882 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 29 Provinsi, Ini Rinciannya
Kesehatan
8 jam yang lalu
Total 118.753 Orang, 1.882 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 29 Provinsi, Ini Rinciannya
5
Memilukan, Buruh Tani Terpaksa Curi HP Agar Putrinya Kelas I MTs Bisa Belajar Online
Peristiwa
8 jam yang lalu
Memilukan, Buruh Tani Terpaksa Curi HP Agar Putrinya Kelas I MTs Bisa Belajar Online
6
Daripada Ribut, Abdul Fikri Faqih: Alihkan Anggaran POP Untuk Internet Gratis
GoNews Group
10 jam yang lalu
Daripada Ribut, Abdul Fikri Faqih: Alihkan Anggaran POP Untuk Internet Gratis
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Timbulkan Nyawa Siswa 'Melayang', PKS: Pemerintah Harus Mengkaji Ulang MOS di Sekolah

Timbulkan Nyawa Siswa Melayang, PKS: Pemerintah Harus Mengkaji Ulang MOS di Sekolah
Ilustrasi. (Istimewa)
Senin, 15 Juli 2019 17:12 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR dari Fraksi PKS, Nurhasan Zaidi mendesak pemerintah untuk mengkaji ulang pelaksanaan Masa orientasi Siswa (MOS) di sekolah.

Pasalnya menurut Dia, MOS acapkali disalahgunakan dan sering menimbulkan trauma siswa, serta menimbulkan nyawa siswa melayang sia-sia.

"Harus dikaji dan dievaluasi, kalau terlalu sering kejadian seperti ini, maka MOS harus dihilangkan atau diformat ulang," tegasnya saat dihubungi GoNews.co, Senin (15/7/2019) di Jakarta.

Hal yang sama juga diungkapkan politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ledia Hanifa.

Menurutnya, Masa Orientasi Sekolah semestinya dimanfaatkan untuk learning how to learn. Sehingga siswa baru bisa menyiapkan diri utk mengenyam pendidikan pada tingkat tersebut.

"MOS tidak boleh jadi ajang balas dendam dan pihak sekolah tidak boleh melepas tanggung jawab penyelenggaraan MOS pada kakak kelas," ujarnya kepada GoNews.co.

"Dalam kegiatan MOS pasti ada tujuan yang ingin dicapai. Tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan MOS itu adalah memperkenalkan siswa pada lingkungan fisik sekolah yang baru mereka masuki," tambahnya.

Kemudian kata dia, tujuan MOS juga untuk memperkenalkan siswa pada seluruh komponen sekolah beserta aturan, norma, budaya, dan tata tertib yang berlaku di dalamnya.

Memperkenalkan siswa pada keorganisasian. Memperkenalkan siswa untuk dapat menyanyikan lagu Mars sekolah. Kemudian untuk memperkenalkan siswa pada seluruh kegiatan yang ada di sekolah.

"Mos juga berguna untuk mengarahkan siswa dalam memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat. Menanamkan sikap mental, spiritual, budi pekerti yang baik, tanggung-jawab, toleransi, dan berbagai nilai positif lain pada diri siswa sebagai implementasi penanaman konsep iman, ilmu, dan amal," pungkasnya.***


Loading...
www www