Loading...    
           

Silaturahim Syawal Pimpinan MPR dan LDII Menyatukan Elemen Bangsa

Silaturahim Syawal Pimpinan MPR dan LDII Menyatukan Elemen Bangsa
Kamis, 20 Juni 2019 13:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia menggelar Silaturahim Syawal di DPP LDII dengan tema “Merajut Keindahan Ukhuwah Melestarikan Jati Diri Bangsa, Selasa (18/6/2019).

Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah dan para tokoh nasional dari partai politik dan pimpinan ormas-ormas keagaman. Selain Ahmad Basarah, hadir juga anggota DPR Fraksi Golkar Deding Ishak, Mindo Sianipar dan Efendi Sianipar dari Fraksi PDIP, politisi PAN dan anggota DPR terpilih Lulung Lunggana, Wa Ode Zaenab serta yang lainnya.

Tidak hanya itu, Kedubes Singapura dan Malaysia juga hadir bersama anggota Walubi, Ketua MUI DKI KH Munahar Muchtar, Ketua Yayasan Minhajurrosyidin Komjen (Pur) Nurfaizi, perwakilan Walubi.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengatakan, 'Forum halal bihalal' ini adalah momen untuk menyatukan seluruh elemen yang berbeda-beda latar belakangnya.

"LDII menunjukkan diri sebagai ormas keagamaan yang tak berafiliasi dengan parpol manapun. Sehingga PDIP bisa datang ke sini membaur dengan tokoh-tokoh Islam lainnya. Di forum ini, antara kader-kader PAN, Golkar, PDIP bisa mewujudkan ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariyah,” ujar Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah.

Basarah pun mengenang asal-usul silaturahim Syawal yang kerap juga disebut halal bi halal. Silaturahim syawal menurutnya mulai dilaksanakan pada 1948. Saat itu Indonesia dalam keadaan berpecah belah, para elit politik saling bertentangan. Bahkan ada pemberontakan DI/TII dan PKI. Lalu KH. Wahab Chasbullah mengusulkan kepada Soekarno untuk mempertemukan para tokoh politik dalam suasana Idul Fitri.

"Usul itu dilontarkan Kyai Chasbullah pada pertengahan Ramadan, "ujar Basarah.

Bung Karno saat itu menanyakan, Silaturahim Syawal itu dinamakan apa? Lalu Kyai Wahab menyarankan dipakai istilah ‘halalbihalal’ dan Soekarno menyetujuinya. Sang Proklamator itu kata Basarah, kemudian mengundang semua tokoh politik ke Istana Negara untuk menghadiri silaturahmi bertajuk ‘Halal bi halal’.

"Inilah yang kemudian disebut halal bi halal yang istilahnya saat ini mulai di"asing"kan dengan istilah "open house“. Di luar negeri halal bi halal atau open house juga sudah ditiru menjadi tradisi umat Islam dunia, seperti di Singapura dan Malaysia,” jelasnya.

Basarah juga mengingatkan, agar tak ada lagi perpecahan di kalangan Nasionalis dan Islam. "Lahirnya Piagam Jakarta dalam sidang-sidang BPUPK dulu adalah atas prakarsa Bung Karno yang merupakan tokoh nasionalis. Begitu pula dengan perubahan Piagam Jakarta menjadi Sila Ketuhanan Yang Maha Esa juga karena peran tokoh-tokoh Islam yang menjadi Pendiri Bangsa yang ikut menyetujuinya," bebernya.

Peran Bung Hatta kata Basarah,  juga sangat besar, di mana beliaulah yang telah melobi tokoh-tokoh Islam tersebut sehingga berhasil mencapai titik temu di antara pandangan para Pendiri Bangsa pada waktu itu. Bung Hatta melihat negara ini dibangun di atas berbagai agama dan golongan.

"Lobi Bung Hatta dalam masalah yang sensitif itu ternyata berhasil dan dapat diselesaikan hanya dalam beberapa jam saja, bukan bertahun-tahun. Hal itu karena para tokoh-tokoh ulama para pendiri bangsa adalah tokoh-tokoh negarawan yang juga amat mencintai negaranya," begitu ujar Basarah mengagumi Bung Hatta.

Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam menegaskan, silaturahim ini merupakan pertemuan anak bangsa untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa dari berbagai latar belakang untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

Ketua DPP LDII Chriswanto Santoso juga menanggapi kekaguman Basarah terhadap LDII, dengan mengatakan kehadiran para tokoh nasional dan para anggota DPR dari berbagai partai, karena LDII mengedepankan prinsip keterwakilan bukan keterpilihan.

“Seseorang bisa terpilih menjadi anggota DPR bisa karena uangnya banyak, sehingga terpilih namun ia belum tentu mewakili rakyat,” ujar Chriswanto.

Dengan demikian, menurut Chriswanto, LDII selalu bisa bekerja sama dengan anggota DPR dari berbagai fraksi yang memiliki keterwakilan. Dengan bersatunya seluruh komponen bangsa, DPP LDII menurut Chriswanto, berharap pembangunan bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. "Pasalnya persatuan sangat penting sebagai modal pembangunan," pungkasnya.***


Loading...
wwwwww