Diduga Benda Bersejarah, Warga Dharmasraya Temukan Patung Budha Berbadan Naga di Sungai Batanghari

Diduga Benda Bersejarah, Warga Dharmasraya Temukan Patung Budha Berbadan Naga di Sungai Batanghari
Marzuki memperlihatkan benda antik yang ia temukan saat menjaring ikan di Sungai Batanghari.
Rabu, 29 Mei 2019 11:04 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA - Seorang  warga Jorong Pulai, Nagari Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) menemukan benda antik yang diduga sebagai benda bersejarah di Sungai Batanghari, Senin (27/5/2019). Barang antik tersebut berupa patung dari logam kuning emas berbentuk setengah manusia setengah naga.

Benda tersebut tersangkut di jaring ikan milik Marzuki (57 tahun) saat ia menjala ikan di Sungai Batanghari, Senin (27/5/2019) sekitar pukul 10.00 WIB. Penemuan tersebut membuat warga sekitarnya geger, bahkan ada yang menduganya senagai barang peninggalan bersejarah kerajaan Aditiyawarman yang bernilai tinggi.

Marzuki ditemui di rumahnya, Selasa (28/5/2019) mengatakan, patung setengah manusia dan setengah naga itu ia temukan di Sungai Batanghari saat ia menjaring ikan. Pukat atau jala ikan miliknya terasa berat sekali, kemudian ia tarik ke atas daratan dan ternyata sebuah patung yang tersangkut.

"Setelah saya lihat ternyata benda tersebut berbentuk patung setengah manusia setengah ular. Seperti patung Budha berbadan naga atau patung ekor naga, panjangnya sekitar 75 centimeter dan berat sekitar 2,5 kilogram," kata Marzuki.

Marzuki mengatakan bersedia benda bersejarah itu kepada pemerintah sepanjang pihak pemerintah memberikan "Silih Jari" sebagai obat lelah.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Dharmasraya, St Hendri, saat ditemui di ruang kerjanya, mengatakan pihaknya bersama Bupati Dharmasraya dan Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) akan meninjau benda temuan Marzuki tersebut.

"Penemuan seperti ini sudah yang kedua kali terjadi. Kita akan pastikan dulu apakah barang tersebut memang benda bersejarah atau bukan," katanya.

Ia berharap, bagi masyarakat yang menemukan barang atau benda-benda bersejarah, agar tidak secepatnya menjual ke pihak lain karena benda itu merupakan bagian dari sejarah Dharmasraya.

Pantauan di kediaman Marzuki, penemuan benda bersejarah ini berjarak 6 Km dari Candi Padang Rico. Penemuan ini mengundang banyak perhatian warga. Masyarakat datang silih berganti untuk melihat benda sejarah tersebut. (ep)


wwwwww