Home  /  Berita  /  Politik

Elektabilitas 01 Turun, Effendi Simbolon: Jangan Andalkan 'Tim Skoci', Jokowi Harus Blusukan Lagi

Elektabilitas 01 Turun, Effendi Simbolon: Jangan Andalkan Tim Skoci, Jokowi Harus Blusukan Lagi
Kamis, 21 Maret 2019 17:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Politisi PDIP Effendi Simbolon turut angkat bicara terkait menurunya elektabilitas paslon Capres dan Cawapres 01.

Menurut Effendi Simbolon, menurunnya popularitas pasangan 01 Joko Widodo -Maruf Amin (Jokowi-Maruf) dan naiknya popularitas pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) seperti dilansir Litbang Kompas jelang 17 April mendatang, karena murni kesalahan pengelolaan cara kerja tim kampanyenya.

Bahkan Effendi Simbolon menuding, selama ini Jokowi terlalu banyak mengikuti acara seremonial seperti deklarasi-deklarasi dan acara yang kurang bersentuhan dengan masyarakat secara langsung.

"Cara kerja tim kampenye belum efektif, hanya efektif dipermukaan saja, terlalu banyak acara deklarasi bersifat seremonial dan tidak bersentuhan dengan masyarakatnya secara lsngsung," kata Effendi di Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Masih kata Effendi, Jokowi saat ini terlalu banyak dikendalikan oleh 'Tim Skoci' yang mengatur protokoler dan agenda kampanyenya, yang kembanyakan menghadiri acara-acara deklarasi.

Jika ingin menang kata dia, maka Jokowi sebagai petahana harus mengembalikan cara kampanyenya seperti pada Pilkada DKI dan Pilpres 2014 lalu, yakni blusukan.

"Sudah tingggalkan saja acara deklarasi-deklarasi itu dan mengandalkan para caleg itu tidak efektif. Sekarang efektif 20 hari lagi. Pak Jokowi harus blusukan lagi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat," katanya.

Selain itu, Anggota Komisi I DPR dari F-PDIP ini juga berharap, agar Jokowi mengefektifkan 'Tim Kapal Besar' yang ada seperti PDIP untuk bekerja secara maksimal dalam 20 hari ini.

"Gunakan partai seperti PDIP itu kapal besarnya, relawannya malas semua dan jangan mengandalkan 'Tim Skoci. Dan kata pamungkasnya adalah Jokowi blusukan, itu antitesanya Jokowi blusukan," katanya.

Jokowi kata dia lagi, saat ini seperti kehilangan figur. Padahal, Jokowi memiliki ciri khas sendiri yang telah memenangkannya pada Pilkada DKI 2017 lalu dan Pilpres 2014. Upaya untuk mengubah citra Jokowi, melalui acara seremonial-seremonial justru malahan menggerus popuritasnya.

"Disebelah trennya naik, sementara di kita malahan turun. Prabowo itu tidak bisa diatur, sering berbuat kesalahan, tapi kok naik terus. Kembalikan Jokowi seperti 'Satria Pininggit'," katanya.

Setidaknya kata dia waktu tersisa 20 hari mendatang, Jokowi harus mengaktifkan kampanyenya melalui blusukan di Jawa Barat dan DKI.

"Jika perlu masuk gorong-gorong lagi seperti dulu, dan tinggalkan acara-acara yang bersifat seremonial. Masyrakat merindukan Jokowi seperti yang dulu, apa adanya, tidak diatur-atur. Saya masih optimis, kalau Pak Jokowi mau blusukan lagi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat akan memenangi Pilpres," katanya.

Effendi menambahkan, dengan blusukan Jokowi bisa mendengar secara langsung permasalahan dan keluhan yang dihadapi masyarakat. Keluhan-keluhanan tersebut, nantinya akan dicarikan solusi untuk diatas di masa periode kedua kepimpinannya.

"Sekali saya katakan antitesanya adalah blusukan, senjata pamungkas Pak Jokowi kalau menang adalah blusukan, kalau perlu mulau dari subuh," pungkasnya.***

wwwwww