Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
GoNews Group
14 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
2
Polresta Padang Tangkap Pencuri Ban Mobil Gunakan Karung Pasir
Padang
23 jam yang lalu
Polresta Padang Tangkap Pencuri Ban Mobil Gunakan Karung Pasir
3
Pesantren di Agam Kembangkan Serai Wangi di Lahan Seluas 10 Hektare
Agam
21 jam yang lalu
Pesantren di Agam Kembangkan Serai Wangi di Lahan Seluas 10 Hektare
4
Ombudsman: Jangan Sampai Ada Siswa Putus Sekolah Akibat Rumitnya PPDB
Pendidikan
20 jam yang lalu
Ombudsman: Jangan Sampai Ada Siswa Putus Sekolah Akibat Rumitnya PPDB
5
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
GoNews Group
11 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
6
Tes Cepat Covid-19 Bagi PPDP di Solok Selatan Bermasalah
Solok Selatan
20 jam yang lalu
Tes Cepat Covid-19 Bagi PPDP di Solok Selatan Bermasalah
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Pria Ini Culik Bocah di Tanah Abang dan Jadikan Pengemis di Pariaman

Pria Ini Culik Bocah di Tanah Abang dan Jadikan Pengemis di Pariaman
Herman, pelaku penculikan anak di Tanah Abang. (foto: dok. istimewa/detikcom)
Senin, 23 Juli 2018 18:49 WIB
JAKARTA - Seorang pria bernama Herman (37) menculik bocah perempuan berinisial P (5) di Tanah Abang, Jakarta dan membawanya ke Pariaman, Sumbar. Herman memaksa korban menjadi pengemis dan meminta uang kepada orang lain untuk keperluan biaya hidup selama perjalanan menuju Pariaman.


"Motifnya dia sebetulnya eksploitasi kerja, dia mempekerjakan anak-anak ini minta-minta. Dia sebelum naik kereta api itu, dia minta bawa kain, bawa ember merah, lalu minta, lalu ke Rangkas Bitung, turun lagi, lalu minta lagi. Sampai ke Pariaman, sampai berapa puluh tempat," kata Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Kompol Edison Harefa seperti diberitakan detik.com, Senin (23/7/2018).

Edison mengatakan korban terpaksa meladeni permintaan Herman karena merasa takut lantaran pelaku selalu membawa pisau.

"Iya, mungkin walaupun anak nggak ngomong, tapi dia ada rasa takutnya melihat itu," ujarnya.

Menurut Edison, korban juga dipaksa menjadi pengemis saat berada di Pantai Gandoriah, Pariaman, Sumatera Barat. Hal itu pulalah yang membuat masyarakat curiga hingga akhirnya pelaku ditangkap polisi.

"Di tempat rekreasi di Pantai Gandoriah. Ngemis, justru curiga masyarakat di situ," imbuhnya.

Korban sebelumnya diculik sejak Rabu (11/7) lalu. Setelah 10 hari, korban yang tinggal di Tanah Abang, Jakarta Pusat, itu baru ditemukan di Pariaman, Sumatera Barat.

"Korban diculik oleh tersangka atas nama Herman (37), dia ini pedagang asongan di depan Stasiun Tanah Abang, Jalan Jatibaru," ujar Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono, Minggu (22/7).

Herman sering bertemu dengan korban di depan gang di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Herman juga mengenal korban karena sering menitipkan gerobak dagangannya di rumah nenek korban.

Tersangka mengiming-imingi korban dengan permen dan jajanan agar mau dibawa tersangka. Korban yang terbujuk kemudian digendong oleh tersangka dan langsung dibawa ke stasiun menuju Rangkas Bitung, Banten.

Di sisi lain, keluarga korban melaporkan hilangnya P ke Polsek Tanah Abang pada 14 Juli 2018. Setelah dilakukan penyelidikan, P akhirnya ditemukan bersama tersangka di Sumatera Barat pada Sabtu (21/7).***

Editor : Arie RF
Sumber : detikcom
Kategori : Sumatera Barat, Peristiwa, GoNews Group, Pariaman

Loading...
www www