Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
20 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
2
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
8 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
3
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
4
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
7 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
5
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
8 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
6
Indonesia Belum Siap Hadapi 'New Normal' menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
GoNews Group
4 jam yang lalu
Indonesia Belum Siap Hadapi New Normal menurut Pakar Kesehatan Masyarakat
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Pulang Kampung, Buya Syafii Maarif Disambut Antusias di Sumpur Kudus

Pulang Kampung, Buya Syafii Maarif Disambut Antusias di Sumpur Kudus
Buya Syafii Maarif pulang kampung ke Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sabtu (21/7/2018).
Senin, 23 Juli 2018 19:32 WIB
SIJUNJUNG - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Buya Ahmad Syafii Maarif mengunjungi kota kelahirannya Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Sabtu, (21/7/2018).

Buya Syafii datang bersama rombongan yang terdiri dari anggota DPR RI Alex Indra Lukman, perwakilan Kementerian Perhubungan Dr Umar Aris, Kabag Sesneg Basroni, dan Direktur Maarif Institute M Abddulah Marazz. Disambut oleh Forkopimda Kabupaten Sijunjung serta Forkopincam Sumpur Kudus dan warga Muhammadiyah Sumbar.

Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Buya Shofwan Karim Elhusein mengatakan, Buya Syafii menjadi idola masyarakat. Terlihat antusiaisme Pemkab dan tokoh masyarakat yang menyambut kedatangannya di halaman rumah kediaman Bupati Kabupaten Sijunjung yang disambut tari galombang dan sekapur sirih di carano serta pengalungan syal ke lehernya, Sabtu (21/7/2018).

"Buya diundang Bupati Yuswir Arifin untuk kunjungan dua hari ke Nagari Lansek Manih ini," tuturnya seperti dikutip dari Minangkabaunews.com.

Bersama rombongan dari beberapa kementerian dan Rektor Universitas Pertahanan (Unhan), Buya yang masuk usia 84 tahun ini meninjau sumur gas bumi, Museum Adat Nagari Sijunjung, Geopark Silokek dan lahan puncak strategis di Bukit Nagari Manganti tak jauh dari Sumpur Kudus. Di situ akan dibangun Museum Sumpur Kudus serta Perpustakaan Ahmad Syafii Maarif.

Menurutnya, di tengah kunjungan itu masyarakat berbondong-bondong menyambut dan minta bersalaman serta foto selfie.

Hari kedua, Buya memberikan uraian pemikirannya tentang reformasi karakter atau sering pula disebut revolusi mental bangsa bersama pakar dari Unhan.

Katanya, Buya ASM sempat menerima Ketua PW Muhammadiyah Sumbar dan Rektor UMSB pada hari pertama, menerima laporan tentang perkembangan kampus UMSB Bukittinggi dan Bank Wakaf Mikro Syariah di Pesantren Muhammadiyah Al-Kautsar 50 Kota, serta pembangunan baru ruang belajar santri yang tahun ini menerima santri baru jauh melampaui penerimaan tahun sebelumnya karena minat masyarakat Sumbar dan luar Sumbar yang sangat tinggi.

Pesantren itu sudah punya 1 unit Rusunawa bantuan Presiden melalui Kem PUPR serta ruang belajar dari pihak beberapa pihak seperti Universitas A Dahlan Yogyakarta dan CSR Grup CT, Kemenag serta Pemkab 50 Kota.

Hari kedua disela agenda Buya dengan Pemkab Sijunjung, PDM Sijunjung dipimpin Sumardi menyampaikan program yang sedang jalan tindak lanjut Silaturrahim Syawal 11 Juli menuntaskan pembeban lahan 1,9 hektar pusat dakwah Muhammadiyah.

Dilaporkan bahwa diperlukan dana pembelian tanah 1 hektar, ditambah hibah 900 meter oleh pemilik kepada Muhammadiyah. Untuk itu diperlukan dana Rp1 milar.

Sudah terkumpul Rp130 juta termasuk dari Gubernur Irwan, Darul Siska, Asli Khaidir dan Guspardi Gaus serta yang lain. Dalam jumlah itu juga sudah termasuk wakaf uang Rp100 juta dari perantau.

Pada saat itu Buya spontan membantu Rp50 juta dan berharap panitia pembangunan segera mengumpulkan lagi dari pihak lain sehingga keinginan Muhammadiyah segera terwujud. ***

Editor : Arie RF
Sumber : minangkabaunews.com
Kategori : Sumatera Barat, Umum, GoNews Group, Sijunjung

Loading...
www www