Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minggu Ini, Hj. Yemmelia Deklarasi "Poros Basamo"
Politik
14 jam yang lalu
Minggu Ini, Hj. Yemmelia Deklarasi Poros Basamo
2
Ke KSAD Andika, 1.262 Siswa Secapa TNI Sedih Dinyatakan Positif Corona, Padahal Tak Merasakan Sakit Apapun
Peristiwa
24 jam yang lalu
Ke KSAD Andika, 1.262 Siswa Secapa TNI Sedih Dinyatakan Positif Corona, Padahal Tak Merasakan Sakit Apapun
3
Polisi: Artis FTV HH Diamankan Saat Tak Berbusana Lengkap
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Polisi: Artis FTV HH Diamankan Saat Tak Berbusana Lengkap
4
Divonis Positif Corona, Siswi Secapa ke KASAD: Siap Jenderal, Kami Sehat, Tak Pernah Flu atau Batuk
Kesehatan
19 jam yang lalu
Divonis Positif Corona, Siswi Secapa ke KASAD: Siap Jenderal, Kami Sehat, Tak Pernah Flu atau Batuk
5
Dalam Sepekan, 14 Dokter Wafat di Tanah Air Akibat Corona, Ini Penyebabnya Menurut IDI
Kesehatan
19 jam yang lalu
Dalam Sepekan, 14 Dokter Wafat di Tanah Air Akibat Corona, Ini Penyebabnya Menurut IDI
6
Kuasa Hukum Sebut Penetapan Ruslan Buton Sebagai Tersangka Tidak Sah, Ini Sejumlah Alasannya
Nasional
18 jam yang lalu
Kuasa Hukum Sebut Penetapan Ruslan Buton Sebagai Tersangka Tidak Sah, Ini Sejumlah Alasannya
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Bela Nasib Guru Tidak Tetap, Ganjar Lobi Jokowi

Bela Nasib Guru Tidak Tetap, Ganjar Lobi Jokowi
Istimewa.
Kamis, 07 Desember 2017 13:35 WIB
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo mendorong percepatan penyelesaian permasalahan terkait guru tidak tetap (GTT) di daerah.

"Presiden juga memiliki komitmen kuat untuk menyejahterakan tenaga pendidik apapun statusnya," kata Ganjar saat dihubungi melalui telepon, Rabu (6/12/2017).

Ganjar mengaku menemui Presiden Jokowi secara khusus di Istana Bogor usai acara Penerimaan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah. 

Pertemuan antara Presiden Jokowi dan Gubernur Ganjar untuk membahas nasib GTT tersebut juga dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla serta Menteri Pendidikan Kebudayaan Muhadjir Effendi.

Ganjar mengungkapkan, pada pertemuan itu dicapai kesepakatan untuk mempercepat pembahasan peraturan pemerintah tentang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

"Saat ini rancangan PP masih berada di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Presiden akan mengecek langsung rancangan peraturan pemerintah itu di Kemenpan-RB, beliau akan mendorong segera dibahas lalu disahkan," katanya.

Ganjar menyebutkan, Wapres Jusuf Kalla mewanti-wanti bahwa pengangkatan guru honorer menjadi PPPK harus memenuhi syarat dan kompetensi, sedangkan menurut Mendikbud Muhadjir, baru ada 3.000 guru honorer yang memenuhi syarat untuk diangkat.

"Intinya kalau pak wapres harus hati-hati, pak mendikbud sama, kalau saya usul yang penting segera mulai prosesnya karena persoalan ini sudah lama berlarut-larut," ujar politikus PDI Perjuangan itu. ***

Editor : Muslikhin Effendy
Sumber : berbagai sumber
Kategori : GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik

Loading...
www www