Loading...

Di Kanagarian Katiagan, Pasbar Setelah Lulus SMP Siswa Pilih "Nganggur" Ketimbang Menempuh Perjalanan Sepanjang 60 Kilometer

Di Kanagarian Katiagan, Pasbar Setelah Lulus SMP Siswa Pilih Nganggur Ketimbang Menempuh Perjalanan Sepanjang 60 Kilometer
Wakil Gubernur, Nasrul Abit berdialog dengan tokoh masyarakat Kanagarian Katiagan, Kecamatan Kinali, Pasbar terkait pendidikan dan infrastruktur di daerah tersebut, Sabtu (12/8/2017).
Minggu, 13 Agustus 2017 16:14 WIB
PASBAR - Bagi anak usia sekolah di Kenagarian Katiagan, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat mennganggur setelah menamatkan pendidikan tingkat SMP adalah hal yang biasa. Tidak adanya pendidikan jenjang SMA atau sederajat di kanagarian tersebut merupakan faktor utama bagi anak usia sekolah memilih "nganggur".

Kepala Sekolah SMP 4 Kinali, Yulina Wisma Jaya mengatakan untuk melanjutkan ke jenjang SMA harus menempuh jarak sampai 60 kilometer karena di Kanagarian Katiagan sarana dan prasarana pendidikan cukup minim.

"Jauhnya jarak membuat anak-anak di Kanagarian Katiagan malas untuk melanjutkan pendidikan ke SMA atau yang sederajat," kata Yulina ketika berdialog dengan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Sabtu (12/8/2017).

Yulina menjelaskan di SMP 4 Kinali saat ini hanya terdapat lima lokal dengan jumlah murid 114 orang. Kemudian, ditempatnya mengajar juga kekurangan tenaga pendidik.

Permintaan Yulina saat itu, pemerintah memprioritaskan para sarjana daerah setempat untuk penerimaan PNS guru nantinya, pasalnya dari pengalaman disana setiap tenaga pengajar dari luar selalu mencari jalan untuk pindah.

Sementara Wali Nagari Katiagan, Endang Putra mengamini belum tersedianya SMA di daerahnya menjadi penyebab putus sekolah bagi anak-anak Katiagan. Pasalnya untuk melanjutkan sekolah ketingkat SMA meraka harus menempuh jarak yang sangat jauh seperti daerah Tiku dan Simpang Empat.

"Dari sini keluar saja seperti ke Tiku dan Simpang Empat mencapai 60 kilometer menempuh jalan sempit belobang serta melintas jalan perusahaan sawit," katanya.

Menanggapi persoalan itu Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit meminta Walinagari Katiagan untuk segera membuat surat kepada gubernur dengan Cq (Casu Quo/dalam hal ini) Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat. Dengan syarat tanah tersedia.

"Untuk tingkat SLTA sekarang sudah jadi kewenangan provinsi, maka lansung saja suratnya ke gubernur, atau nanti Walinagari bersama Camat langsung ke ruang kerja saya, sama-sama kita bahas dengan instansi terkait sebelum bertemu gubernur," katanya.

Wagub Nasrul Abit juga mengatakan, kita amat prihatin mendengar keluhan masyarakat, jika masih ada masyarakat putus sekolah di Sumatera Barat.

"Jika inj kita biarkan takut nanti anak anak kita yang tidak mampu,  tidak mau melanjutkan pendidikan justru menjadi tenaga kerja berkualutas rendah, atau hidup melaut dan masih terbelenggu kemiskinan," prihatin wagub Nasrul Abit.

Pada kesempatan itu Wagub juga minta nagari melakukan pendataan kepada nelayan yang tradisional yang masih menggunakan dayung agar bisa dibantu provinsi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan.(***)

Editor : Agib Noerman
Sumber : Humas Pemprov Sumbar
Kategori : Sumatera Barat, GoNews Group, Lingkungan, Pendidikan

Loading...
www www