Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
Peristiwa
19 jam yang lalu
MetroTV Minta Polisi Usut Tuntas Tewasnya Yodi
2
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
GoNews Group
18 jam yang lalu
Mabes Polri Sita Aset Maria Lumowa Senilai Rp 132 Miliar
3
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
Politik
18 jam yang lalu
Tindaklanjuti Kebocoran Data Denny Siregar, Telkomsel Lapor ke Polisi
4
Fadel Muhammad Dukung Ekspor Benih Lobster untuk Sejahterakan Nelayan
Politik
19 jam yang lalu
Fadel Muhammad Dukung Ekspor Benih Lobster untuk Sejahterakan Nelayan
5
Setjen MPR dan BSSN Teken MoU Perlindungan Informasi serta Transaksi Elektronik
Politik
18 jam yang lalu
Setjen MPR dan BSSN Teken MoU Perlindungan Informasi serta Transaksi Elektronik
6
Seriusnya DPR Dorong Kemerdekaan Palestina atas Israel
GoNews Group
19 jam yang lalu
Seriusnya DPR Dorong Kemerdekaan Palestina atas Israel
Loading...
Home  /   Berita  /   Lingkungan

Wawako Emzalmi Hadiri Ritual 'Mambukak Kapalo Banda' di Padang Sarai

Wawako Emzalmi Hadiri Ritual Mambukak Kapalo Banda di Padang Sarai
Wawako Emzalmi ketika bersalaman dengan warga dala menghadiri ritual 'Mambukak Kapalo Banda' di Padang Sarai. (Humas)
Minggu, 16 Oktober 2016 06:06 WIB
PADANG - Wakil Walikota (Wawako) Padang, H. Emzalmi menghadiri kegiatan ritual keagamaan “mambukak kapalo banda” yang diselenggarakan masyarakat di kawasan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (13/10/2016) lalu.

Orang kedua di Padang itu pun, memberikan apresiasi kegiatan yang rutin dilakukan tiap tahun oleh warga dari 10 suku itu dalam menyambut 10 Muharram 1438 H.

"Kegiatan ini sangat positif karena dapat menjadi pemersatu warga. Sehingga semuanya dapat bersilaturahmi sehingga dekat dan saling kenal mengenal. Dimana kegiatan ini sebagai bentuk doa dan syukur agar pertanian warga dapat tumbuh subur sampai masa panen dengan baik,” sebut Emzalmi pada kesempatan itu.

Wawako mengatakan, Pemko Padang melalui SKPD terkait berniat akan mengembangkan kegiatan mambukak kapalo banda menjadi wisata tradisi baru ke depan. Sehingga ritual tersebut bakal memiliki nilai jual selaku adat dan budaya asli nagari Koto Tangah.

“Insya Allah, ke depan kita akan membuatkan skenario secara detail tentang kegiatan mambukak kapalo banda ini. Di samping itu juga berencana membangun sarana dan prasarana pendukungnya,” pungkas Emzalmi yang disambut meriah warga setempat kala itu.

Dalam kegiatan mambukak kapalo banda tersebut seperti biasa masyarakat melakukan penyembelihan kerbau yang kemudian dimasak secara bersama-sama untuk dicicipi seluruh masyarakat dan undangan yang hadir. (David/Faisal/Bustam)

Editor : Calva
Kategori : Padang, Lingkungan, Pemerintahan, Umum

Loading...
www www