Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
Sumatera Barat
22 jam yang lalu
Dua Pelabuhan di Sumbar Ditargetkan Beroperasi 2023
2
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
GoNews Group
11 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
3
Polresta Padang Tangkap Pencuri Ban Mobil Gunakan Karung Pasir
Padang
20 jam yang lalu
Polresta Padang Tangkap Pencuri Ban Mobil Gunakan Karung Pasir
4
Pesantren di Agam Kembangkan Serai Wangi di Lahan Seluas 10 Hektare
Agam
18 jam yang lalu
Pesantren di Agam Kembangkan Serai Wangi di Lahan Seluas 10 Hektare
5
Ombudsman: Jangan Sampai Ada Siswa Putus Sekolah Akibat Rumitnya PPDB
Pendidikan
17 jam yang lalu
Ombudsman: Jangan Sampai Ada Siswa Putus Sekolah Akibat Rumitnya PPDB
6
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
GoNews Group
8 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
Loading...
Home  /   Berita  /   Pendidikan

Jadi Inspektur Upacara, Kapolres Cepi Noval Himbau Pelajar Padang Panjang Tak Berkendara ke Sekolah

Jadi Inspektur Upacara, Kapolres Cepi Noval Himbau Pelajar Padang Panjang Tak Berkendara ke Sekolah
Kapolres Padang Panjang AKBP Cepi Noval jadi Inspektur Upacara. (Humas)
Selasa, 11 Oktober 2016 12:45 WIB

PADANG PANJANG - Tingginya angka kecelakaan yang dialami oleh para pelajar yang berkendara ke Sekolah di Kota Padang Panjang, menggerakkan Pemerintah Kota, bekerjasama dengan Polres Padang Panjang untuk terus menyosialisasikan akan bahaya bagi siswa yang berkendaraan ke sekolah.

Senin (10/10/2016),Kapolres Padang Panjang Cepi Noval, saat menjadi Inspektur Upacara di SMAN 1 Kota Padang Panjang menyampaikan bahwa adanya larangan dari pemerintah agar para siswa tidak berkendaraan ke sekolah adalah untuk kepentingan siswa itu sendiri.

Dikatakannya, Ditahun 2016 mulai dari januari hingga september, kecelakaan lalu lantas mencapai 72 kecelakaan, dimana 66 diantaranya disebabkan oleh pelajar. “ kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan sehingga perlu diadakan suatu kebijakan untuk meyelamatkan anak bangsa ini yaitu salah satunya dengan larangan bagi siswa untuk tak berkendara ke sekolah,” katanya.

Sudah 7 nyawa pelajar yang sudah meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Terkhir siswa SMKN 1 Negeri 1 Batipuh yang meninggal dunia karna kecelakaan lalu lintas, korban yang meninggal ditempat tersebut juga menabrak seorang anak SD. “Mudah mudahan ini menjadi peringatan buat kita, untuk menyadari akibat memperbolehkan siswa berkendara ke sekolah,” katanya

Banyak orang tua yang bersedih dan menderita karena anaknya kehilangan fungsi organ tubuh, baik yang patah kaki, tulang paha, tangan dan bagian anggota tubuh lainnya. ”Masa depan pelajar masih panjang, jangan disia siakan dengan bergagah gahan memakai motor padahal melanggar lalu lintas, apalagi yang belum memiliki SIM,” ungkapnya.

Lebih Jauh, Kapolres menghimbau agar para pelajar bisa Manfaatkan waktu yang ada dengan mendisiplinkan diri, “Jangan jadikan jarak sebagai alasan untuk ke sekolah dan alasan untuk dibelikan motor kepada orang tua. Atur waktu agar jangan terlambat ke sekolah biasakan disiplin karena kedisplinan adalah modal untuk sukses di kemudian hari,” ungkapnya.

Turut hadir dalam upacara tersebut, Pejabat Pemko Padang Panjang yang terdiri dari Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Para Staf Ahli, dan Kepala SKPD.
Himbauan dari Polres yang bekerjasama dengan Pemko Padang Panjang ini mendapat dukungan dari Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Padang Panjang Devi Haryanti. Ia menyambut baik adanya himbauan ini karena diakui , angka kecelakaan 91% disebabkan oleh para pelajar.

“Tidak ada orang tua maupun guru yang ingin siswa nya mengalami hal yang buruk seperti kecelakaan lalu lintas, ketika tahu ada himbauan ini kita langsung menginformasikan kepada siswa dan orang tua mereka agar tidak berkendara kesekolah”, katanya.

“Kami bersyukur dan berterima kasih dengan ada kebijakan melarang siswa berkendara ke Sekolah dari pemerintah kota, karena kalau dari sekolah saja belum tentu bisa diikuti oleh orang tua dan masyarakat ,tapi ketika pemerintah mencanangkan hal ini maka otomatis akan mencakup semua aspek, semua pihak, dan tidak ada lagi kata tidak bisa atau tidak mau mematuhi aturan untuk tidak berkendara ke sekolah,” pungkasnya.

Himbauan agar siswa tak berkendara ke sekolah yang disampaikan melalui Upacara Bendera pada senin tersebut juga dilaksanakan di sekolah tingkat SLTP dan SLTA lainnnya di Kota Padang Panjang. Para kepala SKPD dan MUSPIDA di Kota Padang Panjang pada hari itu bertindak sebagi Inspektur upacara di tiap tiap sekolah. (Humas)

Editor : Calva
Kategori : Pendidikan, Lingkungan, Padangpanjang

Loading...
www www