Loading...    
           
Home > Berita > Hukum

Pencurian Ternak Marak di Solok Selatan, Petani Resah

Pencurian Ternak Marak di Solok Selatan, Petani Resah
Kandang ternak yang kosong akibat sapinya dicuri. (Humas)
Sabtu, 20 Agustus 2016 06:18 WIB

SOLOK SELATAN - Aksi pencurian hewan ternak ma­rak terjadi di Kabupaten Solok Selatan (Solsel). Meski warga sudah membakar satu unit mobil colt diesel pada Ma­ret lalu di Kecamatan Pauh Duo yang di­duga melakukan pencurian ternak, tidak mem­buat jera para pelaku. Maling ternak malah terkesan semakin menjadi-jadi.

Tiga ekor Sapi jenis Si­mental lenyap dalam kan­dang milik Wilman Henedi, (54) warga Jorong Sungai Aro Aia Tajun, Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan KPGD, Solsel. Menurut Wilman, ia berprofesi sebagai peternak Sapi semenjak kecil yang mewarisi kepandaian orang­tuanya. Ketika tiga ekor Sapi jenis Simental miliknya hi­lang dalam kandang yang berjarak satu kilometer dari rumahnya, tidak ada firasat buruk yang menghampirinya. “ Pada Jumat malam, (12/8) hingga pukul 00.00 WIB saya masih dikandang, kemudian pulang sebentar tapi karena kelelahan akhirnya tertidur pulas hingga pagi sehingga tidak balik lagi ke kan­dang,” katanya.

Padahal biasanya, kan­dang Sapi miliknya tidak pernah tidak ditunggui atau di­jaga. “Naas memang ma­lam kejadian, dalam se­ma­lam, kendati tak ada transaksi jual beli ternak saya laku juga,”keluhnya. Ia me­nge­tahui ternak hilang pada pagi Sabtu, (13/8), saat hendak memberi makan ternak. “Sa­ya terhenyak ketika melihat pintu kandang dicongkel dan rantai pengaman ikut putus. Alhasil, ketiga Sapi lenyap dan langsung lapor pihak Polsek KPGD,”tambahnya.

Dari tiga ekor Sapi yang hilang tersebut masing-ma­sing berusia, 7,5 tahun, 2,5 tahun dan 9 bulan. Kerugian berkisar Rp.47 juta, katanya. “Hampir sepekan semenjak kejadian belum ada titik terang dite­mukan pelakunya,” katanya.

Sementara Kapolsek KPGD, AKP Henwel me­nyebutkan telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi. “Sudah kita pro­ses dan menunggu pe­ny­e­li­dikan selanjutnya,”katanya. Ia menyebutkan, semenjak be­r­tugas sebagai Kapolsek pada Sep­tember 2015 lalu hingga saat ini baru dua kali laporan pencurian ternak yang ma­suk. ”Disamping melakukan Patroli, kita juga telah mengimbau masyarakat melalui pe­ngu­muman ditempat keramaian untuk selalu waspada Sehingga kerugian hilangnya ternak akibat kelalaian bisa di­mi­nimalisir. Dan hendaknya lo­kasi ternak tidak jauh dari rumah pemilik,” tutupnya. (***)

Editor:Calva
Sumber:Solselkab.go.id
Kategori:Hukum, GoNews Group, Solok Selatan

Loading...
wwwwww