Home  /  Berita  /  Pendidikan

Tanamkan Kecintaan Akan Permainan Anak, Kodim 0310/SSD dan Pemkab Dharmasraya Gelar Festival Permainan Anak Nusantara

Tanamkan Kecintaan Akan Permainan Anak, Kodim 0310/SSD dan Pemkab Dharmasraya Gelar Festival Permainan Anak Nusantara
Anak-anak sedang bermain engrang di depan Kantor Bupati Dharmasraya di Pulau Punjung.
Rabu, 25 Mei 2016 19:00 WIB
Penulis: Eko Pangestu
PULAU PUNJUNG - Ribuan anak sekolah yang berasal dari SD dan SLTP se Kabupaten Dharmsraya, memadati Kantor Bupati Dharmasraya dalam rangka mengikuti festival permainan anak nusantara ke 3.

Berbagai macam alat permainan tradisional, seperti tengkelek panjang, engrang, pelepah pinang, karet gelang, galah, layang-layang, yoyo dan berbagai bentuk alat permaianan lainnya ikut dalam festival itu.

Siswa-siswi tersebut akan mengikuti festival permainan anak nusantara ke 3, yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional ke 108 tahun 2016.

Festival yang terselenggara atas kerjasama Kodim 0310 SSD dengan Pemkab Dharmasraya, dalam hal ini Dinas Perhubungan Komunikasi Informatika Pariwisata dan Budaya, dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, serta Museum Adityawarman provinsi Sumatera Barat tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan.

Dalam sambutannya, Bupati termuda se Indonesia itu mengungkapkan bahwa diadakannya festival itu dalam upaya untuk mengangkat kembali khasanah permainan anak nusantara dan membuka kenangan budaya dalam bentuk mewariskan budaya, meneruskan perjuangan serta membangun karakter bangsa.

“Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih, serta pengaruh era globalisasi, telah berdampak pada pola hidup generasi muda kita. Kondisi yang demikian dikhawatirkan akan merusak tatanan hidup dan perubahan orientasi pandangan pada kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Bupati Sutan Riska.

Ditambahkannya, saat ini permainan warisan budaya kita sudah banyak yang terlupakan bahkan tidak dikenal lagi oleh kalangan generasi penerus bangsa.”Jika kita kaji kembali, permainan anak nagari itu sangatlah banyak, yang mmerupakan warisan budaya yang harus kita lestarikan, kembangkan dan sosialisasikan kepada generasi muda kita, agar warisan budaya ini tidak hilang begitu saja ditelan kemajuan teknologi dan era globalisasi,” tutur Bupati.

Kepada guru dan SKPD terkait, Bupati menghimbau agar menggiatkan kembali permainan anak nusantara ini dengan membuat even permaian antar sekolah se-Kabupaten Dharmasraya.

“Festival ini adalah yang ke tiga kalinya kita gelar, dengan tujuan untuk mengenalkan kepada generasi muda kita tentang jenis-jenis permainan yang diwariskan nenek moyang. Saat ini tidak bisa kita pungkiri, dengan semakin canggihnya ilmu dan teknologi, generasi muda kita sudah banyak yang lupa bahkan tidak lagi mengenal jenis-jenis permainan yang diwariskan nenek moyang kita dulu,” ujar Dandim.

Ia menambahkan, kemajuan ilmu dan teknologi itu memiliki sisi positif dan negatifnya. Namun sisi negatif teknologi sudah sangat mempengaruhi alam bawah sadar generasi muda dan menanamkan dalam jiwa dan karakter generasi muda kita untuk tidak memperdulikan orang lain.

“Memang permainan tradisional ini bentuknya sepele, namun banyak nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, yang bisa dijadikan pedoman dalam hidup. Diantaranya nilai-nilai kerjasama, kekompakan, gotong royong, kemandirian, cinta alam dan lingkungan, dan kreativitas,” tutur Letkol Inf. Zusnan Hadi Hudaya.

Untuk itu, beliau mengharapkan agar generasi muda sekarang kembali menggalakan permaian yang telah diwariskan nenek moyangdan tidak hanya terlena dengan permainan yang berasal dari teknologi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala UPTD Museum Adityawarman Provinsi Sumbar, Novianti A. SH, MM mengatakan bahwa kegiatan festival ini adalah merupakan sebuah pelajaran informal bagi siswa dalam pengenalan dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan, sehingga generasi muda kita dapat mengenal dan memahami tentang jenis permainan yang diwariskan nenek moyang kita. Kami juga berharap agarb pemerintah daerah membuat sebuah prograam yang mewajibkan siswa untuk mengunjungi museum. Karena di sana banyak yang bisa dipelajari oleh siswa,” pungkasnya. (***)

Editor:Calva
Kategori:Pendidikan, GoNews Group, Dharmasraya

wwwwww