Home  /  Berita  /  GoNews Group
Islah Partai Persatuan Pembangunan

Menkumham: Sudahlah Tinggalkan Perbedaan, Keputusan Islah Sudah Tepat

Menkumham: Sudahlah Tinggalkan Perbedaan, Keputusan Islah Sudah Tepat
Menteri Hukum dan Ham, Yassona Laoly saat menuju Komisi III DPR RI. (Legislatif.co)
Senin, 11 April 2016 11:50 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus melakukan upaya untuk bersatu melalui Muktamar VIII islah yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, 8-10 April 2016 kemarin.

Namun berbagai tanggapan miring masih tetap saja bergulir, meskipun secara aklamasi Romahurmuziy sudah terpilih menjadi Ketua Umum guna menjembatani perbedaan kedua kubu.

Menanggapi pernyataan sejumlah pihak terutama kubu Djan Farid atas terpilihnya Romahurmuziy tersebut, Menteri Hukum dan Ham (Menkumham) Yossona Laoly kepada Legislatif.co (GoNews Group) mengingatkan, bahwa Islah tersebut adalah keputusan yang tepat saat ini.

"Udahlah tinggalkan perbedaan masa lalu, mari gabung. Saya mendapat informasi juga dari Pak Romi, beliau sangat terbuka kepada teman-teman dari kubu Jakarta. Memang sudah ada beberapa yang ikut yang belum ikut segeralah bergabung, Pak Surya Darma Ali sendiri sudah gabung, kita melihat tidak ada manfaatnya terus gontok gontokan," ungkap Yassona kepada Legislatif.co, Senin (11/04/2016) di Ruang Komisi III DPR RI, Jakarta.

Menurutnya, kalau PPP menginginkan perubahan serta ingin partainya kuat dan besar harus segera melakukan konsolidasi partai. "Apalagi menghadapi agenda-agenda politik ke depan. Ada yang besar seperti Pilkada serentak gelombang II, tahapan-tahapan Pemilu juga mulai bergulir. Maka saya kira mulai sekarang konsolidasi partai harus segera diwujudkan," tukasnya.

Dirinya juga menjelaskan, sebagai sesepuh partai dan termasuk paling senior di PPP yakni Mbah Moen juga sudah merestui Islah tersebut.

"Saya kira kalau teman-teman mencintai PPP dan berharap agar kembali menjadi besar, salah satu caranya adalah dengan islah. Ini sudah diwujudkan. Mbah Moen sebagai senior dan para senior lain sudah melihat memang tidak ada jalan lain selain islah yang kemarin melalui Muktamar dengan keputusan basis kepengurusan Bandung, itu adalah yang tepat dan terbaik untuk PPP," ungkapnya.

Pihaknya juga mengakui telah menjumpai kubu Djan Farid untuk mengikuti dan segera bergabung dengan hasil kepengurusan yang baru. "Kemarin itu Pak JK sudah mengakatakan kalau Pak Djan Farid masih mikir-mikir. Saya juga meminta salah seorang sahabat saya bertemu dengan Pak Djan, satu setengah jam kemarin berbincang-bincang, supaya mencoba bagaimana Pak Djan bisa menerima dengan baik upaya islah dari Muktamar VIII kemarin," pungkasnya. ***

wwwwww