Home  /  Berita  /  GoNews Group
Jelang Pertarungan DKI 1

DPP Hanura: Kader Tak Mau Dukung Ahok, Silahkan Mundur Saja

DPP Hanura: Kader Tak Mau Dukung Ahok, Silahkan Mundur Saja
Dukungan resmi Hanura kepada Ahok. (istimewa)
Senin, 28 Maret 2016 14:16 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Ultimatum dilayangkan Ketua DPP Hanura Sarifuddin Sudding terhadap sejumlah kader Hanura DKI yang mengaku akan mundur setelah DPP Hanura memutuskan untuk mendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Kalau memang sudah mundur, monggo. Jika ada yang melakukan penolakan, ya silahkan. Dan silahkan keluar dari Hanura," tegasnya, Senin (28/3/2016).

Dia juga menjelaskan, pada dasarnya putusan partai harus didukung, dipatuhi dan dijakani semua kader. Jika ada yang lakukan pembangkangan, pasti akan ditindak.

"Kalau mereka membangkang, saya kira itu bukan kader Hanura. Dan kalau memang ada yang lakukan pembangkangan, dimundurin aja," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dua orang wakil ketua dewan pimpinan daerah (DPD) Partai Hanura memilih untuk keluar dari partai karena bertentangan dengan keputusan DPP Partai Hanura, yang mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Mereka adalah Wakil Ketua DPD Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Partai Hanura Rahmat HS dan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Legislatif dan Eksekutif Bustami Rahawarin.

Terkait tudingan bahwa Hanura melakukan Intimidasi terhadap kadernya, Sarifuddin Sudding membantah tudingan tersebut. "Saya kira itu tidak ada. Itu asumsi saja," tukasnya.

Menurutnya, semua yang dilakukan Hanura, sudah melalui proses panjang sehingga keputusan bisa dikeluarkan. Jika ada yang melakukan perlawanan, dianggap ha yang wajar.

"Wajar saja. Itu dinamika. Yang namanya suatu keputusan itu, tidak mungkin memuaskan semua pihak. Proses mekanisme itu, sifatnya button up. Dimulai dari bawa, diteruskan ke DPP kemudian DPP yang putuskan," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPD Hanura DKI Jakarta Rachmat HS menyatakan jika ada kader akar rumput Hanura yang mendukung Ahok, pasti karena terpaksa. Para elite Hanura dituding tidak akan segan menggunakan teknik intimidasi untuk memaksa kader mendukung Ahok.

"Ongen (Ketua DPD Hanura DKI) mengancam semua kadernya. Kalau tidak memilih Ahok ada tiga pilihan, diam, keluar atau dipecat," tuduh Rachmat lewat keterangan persnya. ***

wwwwww