Home  /  Berita  /  Ekonomi

Perkuat Ekonomi Rakyat Pemkab Pasaman Barat Resmikan Pasar Minggu di Mulyo Rejo

Perkuat Ekonomi Rakyat Pemkab Pasaman Barat Resmikan Pasar Minggu di Mulyo Rejo
Penjabat Bupati Pasaman Barat Fajarudin meresmikan pasar Mulyo Rejo. (Humas)
Sabtu, 06 Februari 2016 05:57 WIB

SIMPANG AMPEK - Nagari Desa Baru ,Kecamatan Ranah Batahan, begerak selangkah lagi. Dibangunnya Pasar Minggu di Jorong Mulyo Rejo, diyakini bakal menggeliatkan transaksi sektor ril, yang berujung pada peningkatan perekonomian masyarakat. Ternyata ,letak daerah yang berada dekat perbatasan, bukan penghalang, tapi justru menjadi pelecut menjadikan nagari  itu salah satu pintu gerbang bagi Pasbar, menuju ke arah yang lebih baik.

Yang jelas, selama Mawardi Hendro menjabat Walinagari Desa Baru, Kecamatan Ranah Batahan, berbagai titik pembangunan kian terlihat jelas. Tidak hanya yang bersumber dari Alokasi Dana Nagari (ADN) dan Dana Desa (DD), tapi juga berhasil menggaet dana dari pusat. Akan halnya, dalam membangun Pasar Minggu, Nagari Desa Baru di Jorong Mulya Rejo yang menelan anggaran Rp. 900 Juta.

Sebagai Walinagari, dia tidak akan berhenti berbuat, berfikir dan kerjasama dengan masyarakat. “Ini semua, agar kekurangan ditengah warga yang berada di perbatasan sumbar dan sumut itu, tersentuh pembangunan lebih banyak lagi," kata Mawardi Hendro, disela-sela peresmian Pasar Minggu Desa Baru oleh Penjabat Bupati Pasbar Fajarudin, dilansir dari pasamanbaratkab.go.id, Sabtu (6/2/2016).

Pada kesempatan tersebut, hadir Plt. Kadis Koperindag UMKM Sumbar Zirma Yusri, Kapolres Pasbar AKBP Toto Fajar Prasetyo, Kadis Koperindag dan UKM Fadlus Sabi, sejumlah anggota DPRD Pasbar dan pejabat kepala SKPD Pasbar, Selasa (2/1/2016)

Menurutnya, ditengah tingginya kepedulian pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten terhadap pembangunan nagari saat ini, jabatan walinagari tidak menjadi penghalang baginya untuk terus mengajukan permohonan pembangunan kepemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Apakah permohonan diajukan oleh kelompok tani maupun koperasi yang ada di nagari.

Ia juga berharap agar seluruh masyarakat nagari, terus memberikan dukungan penuh mendapatkan berbagai bantuan pembangunan yang akan tertancap di nagari. Sebab perjuangan untuk mendapatkan alokasi dana itu, tidaklah mudah. Jangan ada oknum masyarakaat, menolak atau menghambat pembangunan yang ada. Apalagi oknum yang berbicara tidak masuk dalam daftar warga Nagari Desa Baru.

Jujur, sebutnya, bantuan pusat untuk pembangunan pasar minggu yang dilakukan di nagarinya dengan dana Rp.900 juta, sangat membuat warganya bahagia. Contohnya, nilai bangunan pasar itu lebih dari pagu dana yang ada, sebab dilakukan secara swakelola.

Dengan dana Rp. 900 Juta, 20 los ukuran 3 meter x 3 meter dan los panjang ukuran 10 x 20 meter sebanyak dua unit, sudah terbangun. Ditambah lagi satu unit bangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) yang memiliki dua pintu. “Jika saja tidak melewati perjuangan berat dan dukungan penuh pemerintah kabupaten dan provinsi, tokoh masyarakat dan pengurus koperasi anak nagari Desa Baru yang mengelola pasar itu, mana mungkin dana sebanyak itu akan tercurah ke Desa Baru yang letaknya di pinggir kabupaten dan provinsi,” katanya.

Perlu Dukungan

Pada kesempatan itu, Pj. Bupati, Fajarudin, mengatakan, agar SKPD terkait di Kabupaten memberikan perhatian dengan terbangunnya Pasar Minggu Nagari Desa Baru ini. Seperti memaksimalkan pembangunan sector pertanian, pengembangan tanaman sayuran, dan komoditi lain yang akan menghidupkan pedagang dan petani.

Selain itu, dia juga menyarankan, agar pasar yang sudah dibangun bersih, aman, nyaman, segar dan ramah. “Seluruh bangunan yang ada mesti dijaga, dirawat agar kondisinya selalu utuh walau sudah berusia puluhan tahun nantinya,” harap Bupati.

Semantara itu, Zirma Yusri, menyatakan, program bantuan yang dikeloa Pasar Minggu Desa Baru merupakan program bantuan Kementrian Koperasi dan UKM RI, yang ada dimasa Joko Widodo membangun 5.000 pasar untuk lima tahun kedepan. Dananya rata-rata Rp.900 juta. Gunanya untuk pembangunan los panjang 2 unit, pembangunan kios/took 20 petak, yang penyalurannya melalui koperasi.

Hal yang sama juga disampaikan Fadlus Sabi, katanya, keberadaan pasar tersebut diharapkan dapat memberikan perlindungan usaha kepada koperasi. Melakukan penyelamatan usaha koperasi dan usaha mikro, usaha kecil dan bagi para anggota koperasi.

Selain itu, pasar juga harus dapat memacu pertumbuhan usaha koperasi dalm mendukung pengembangan kerja, dan perluasan kesempatan kerja untuk menanggualangi kemiskinan serta memberdayakan pedagang pasar. (***)

Editor:Calva
Sumber:Pasamanbaratkab.go.id
Kategori:Ekonomi, GoNews Group, Pasaman Barat
wwwwww