Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
2
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
17 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
3
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
Politik
13 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
4
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Internasional
17 jam yang lalu
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
5
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
6
Jalan Bukittinggi - Pasaman Barat Sudah Bisa Dilewati Pasca Longsor
Agam
18 jam yang lalu
Jalan Bukittinggi - Pasaman Barat Sudah Bisa Dilewati Pasca Longsor
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Gempa 5,3 SR yang Mengguncang Sumbar Selasa Sore, Ternyata Berpusat di Zona Megathrust

Gempa 5,3 SR yang Mengguncang Sumbar Selasa Sore, Ternyata Berpusat di Zona Megathrust
ilustrasi
Rabu, 07 Oktober 2015 08:06 WIB
Penulis: .
PADANG, GOSUMBAR.COM - Gempa bumi yang mengguncang Pasaman Barat dan getarannya terasa di sebagian wilayah di Sumbar, Selasa sore (6/10/2015) kemarin, ternyata berpusat di lokasi zona megathrust.

Menurut data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berkekuatan 5,3 SR, terjadi di 136 kilometer barat daya Pasa­man Barat.

Gempa ini terjadi di laut dengan kedalaman 65 kilometer, yang berlokasi di 0.54 LS, 98.84 BT dan tidak berpo­tensi tsunami.

Meski gempa ini tergolong berkekuatan sedang, namun guncangannya dirasakan di Kota Padang dan Lubuk Basung dengan skala III MMI, serta di Padangpanjang dengan skala II MMI.

Ketua Ikatan Ahli Geo­logi Indonesia (IAGI) Sum­bar, Ade Edward menga­takan, gempa ini merupakan gempa subduksi yang berada di seputaran zona seismic gap Siberut, yang mem­ben­tang di sekitar Siberut hingga Kepu­lauan Batu Nias Su­matera Utara (Sumut).

Se­perti dike­tahui, zona mega­thrust Siberut ini dipercaya masih menyimpan energi gempa kuat antara 8 hingga 9 SR.

Ade Edward menduga, pelepasan energi megathrust Siberut ini akan terjadi secara berkala dengan pelepasan energi yang cenderung meningkat, mulai dari magnitudo 3, 4, 5 hingga nantinya mengeluarkan energi terbesarnya.

“Kita tidak bisa memastikan kapan pastinya energi megathrust itu akan ke luar, karena belum ada tek­nologi yang bisa memprediksi secara pasti kapan gempa akan terjadi. Kita tunggu saja,” ujar Ade Edward.

Menurut Ade Edward, seharusnya Sumbar bisa me­ngambil pelajaran dari gemp­­a­ bumi dan tsunami Aceh, yang belakangan diketahui bahwa ‘pre shock’ sudah tercatat dua tahun sebelum kejadian itu.

Namun sayangnya, kata Ade, tidak ada yang menya­dari akan hal itu, sehingga tidak ada mitigasi sebelum gempa dan tsunami di Aceh.

Sementara itu, Pakar Gempa Badrul Mustafa menambahkan, yang harus dilakukan warga Sumbar saat ini adalah terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa megathrust Siberut.

“Mitigasi fisik dan non fisik sangat penting untuk terus dila­kukan. Saat ini, pra bencana porsinya harus lebih besar,” kata Badrul Mustafa. ***

Sumber : harianhaluan.com
Kategori : Pasaman Barat, Umum

Loading...
www www