Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
18 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
15 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
15 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
4
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
14 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
5
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
GoNews Group
11 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
6
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Kesehatan
13 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Loading...
Home  /   Berita  /   Olahraga

Akibat Asap dan Jalan Berpasir, Pebalap Tour de Singkarak Berjatuhan dan Terluka

Akibat Asap dan Jalan Berpasir, Pebalap Tour de Singkarak Berjatuhan dan Terluka
Pebalap Australia saat menjalani pengobatan terhadap luka di kakinya, Selasa (6/10/2015). (foto: padangekspres)
Rabu, 07 Oktober 2015 07:50 WIB
Penulis: .
PADANG ARO, GOSUMBAR.COM - Akibat jalan yang bergelombang dan berkerikil, sejumlah pebalap Tour de Singkarak tergelincir dan mengalami cidera di etape IV Sawahlunto- Solok Selatan, Selasa  (6/10/2015).

Selain jalan yang bergelombang dan berpasir, kondisi itu juga diperparah kabut asap yang menghalangi jarak pandang pada etape sepanjang 160 km itu.

"Kabut asap mengganggu, ditambah lagi jalan masih berkerikil dan bergelombang. Saya terpeleset dua kali saat melewati kebun teh. Kemudian terjatuh tak jauh dari lokasi finish di Padang Aro. Saya kecewa sekali," ungkap Jacky, pebalap asal Australia ketika mendapatkan pengobatan dari medis di Padang Aro.

Dia menyebutkan, jarak pandang sangat terbatas di jalan raya yang ditempuhnya dari Sawahlunto hingga finish di depan kantor Bupati Solsel selama 3,5 jam.

Tahun sebelumnya, dia mengaku juga mengikuti TdS tanpa kabut asap dan kondisi jalannya cukup bersih saat dilintasi pebalap. Berbeda dengan yang dia rasakan tahun ini.

Sebelum diri terjatuh, katanya, ada tiga pebalap asal negara lain juga mengalami nasib sama. Namun, ketika dia terjatuh, terjadi tabrakan beruntun akibat ban sepeda terpeleset.

"Kita minta agar tahun besok lebih baik lagi. Karena jalan dan kabut asap mengganggu pebalap. Stamina agak cepat terkuras pada musim gelap dan berkabut ini," imbuh bule itu.

Pebalap Indonesia Dadi Suryadi dari Pegasus Continental Cycling Team juga mengaku kehabisan stamina ketika menempuh etape IV karena pengaruh kabut asap.

Tahun sebelumnya di etape IV, dia termasuk yang terbaik. Namun, kali ini, dia terlalu cepat kehabisan tenaga.

"Tak hanya saya, pembalap lain juga mengeluhkan kabut asap. Bila kondisi ini terus terjadi tahun besok, sebaik TdS ditunda hingga udara membaik," harapnya yang diamini pebalap Indonesia lainnya, Eko Wahyudi. ***

Sumber : riaupos.co
Kategori : Solok Selatan, Olahraga

Loading...
www www