Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
7 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
Kesehatan
21 jam yang lalu
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
3
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
GoNews Group
23 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
4
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
4 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
5
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
3 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
6
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
4 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

5 Warga Meninggal Akibat DBD, Tiga Wilayah di Sumbar Ditetapkan KLB

5 Warga Meninggal Akibat DBD, Tiga Wilayah di Sumbar Ditetapkan KLB
Selasa, 29 Desember 2015 17:51 WIB

PADANG - Tiga daerah yang terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DB) di Sumatera Barat, ditetapkan sebagai daerah dengan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah (DBD). Ketiga daerah tersebut yaitu Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Sijunjung, dan Kota Sawahlunto. Penetapan tersebut disebabkan karena meningkatnya jumlah masyarakat yang terserang DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Barat, Rosnini di Kota Padang, Sumatra Barat, Selasa (29/12/2015) menegaskan, KLB ada tiga daerah yang ditetapkan dalam seminggu. Selain meningkatnya penderita DBD di tiga daerah tersebut, dikutip dari republika.co.id, ia mengatakan, sebanyak lima warga meninggal diduga karena DBD.

Sementara itu, Pejabat (Pj) Bupati Kabupaten Dharmasraya, Syafrizal Ucok mengatakan, pemerintah daerah memutuskan menetapkan status KLB DBD karena sudah ada satu warganya yang meninggal dunia. Sebanyak 10 dari 20 orang yang dirawat di RSUP Sungai Dareh, dinyatakan positif menderita DBD.

Saat ini, Syafrizal menuturkan, pemerintah setempat bersama pihak terkait tengah melakukan upaya-upaya untuk meminimalisasi meluasnya kasus DBD. "Sekarang pemda sedang lakukan foging, aparatur nagari gotong-royong membersihkan yang kotor-kotor," ujarnya.

Status KLB di Kabupaten Dharmasraya ditetapkan sejak 28 Desember 2015 hingga batas waktu yang tidak ditentukan. "Kita terus evaluasi, kalau tidak ada masyarakat yang dirawat (status KLB bisa dicabut)," ungkapnya.

Sementara itu, Pj Bupati Kabupaten Sijunjung, Mudrika mengatakan, sudah belasan orang yang terjangkit DBD, satu di antaranya meninggal dunia. Status KLB ditetapkan semenjak 25 Desember 2015.

Ia berharap, dengan penetapan status KLB DBD, pemerintah setempat bersama pihak terkait, serius menanganinya. Sehingga, tidak ada lagi penambahan korban jiwa akibat DBD.

"Iya, saya tetapkan KLB biar serius penanganannya, agar tidak bertambah (penderitanya). Kita khawatir daerah tetangga sudah banyak yang terjangkit," ujar Mudrika. (***)

Editor : Marjeni Rokcalva
Sumber : Republika.co.id
Kategori : Peristiwa, Dharmasraya, Sawahlunto, Sijunjung, Sumatera Barat

Loading...
www www