Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
Hukum
22 jam yang lalu
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
2
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
Hukum
22 jam yang lalu
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
3
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
Sumatera Barat
16 jam yang lalu
Perbatasan Sumbar Masih Tutup Hingga PSBB Berakhir 7 Juni 2020
4
Viral, Tak Mampu Beli Susu, Seorang Ayah Serahkan 2 Anaknya ke Petugas PSBB
Kesehatan
22 jam yang lalu
Viral, Tak Mampu Beli Susu, Seorang Ayah Serahkan 2 Anaknya ke Petugas PSBB
5
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
3 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
6
Status Darurat Covid-19 Diperpanjang di Tengah Gaung 'New Normal'
GoNews Group
22 jam yang lalu
Status Darurat Covid-19 Diperpanjang di Tengah Gaung New Normal
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Diikuti 1.700 Peserta, Karnaval Songket Silungkang Pecahkan Rekor MURI

Diikuti 1.700 Peserta, Karnaval Songket Silungkang Pecahkan Rekor MURI
1.700 peserta mengikuti Karnaval Songket Silungkang di Sawahlunto, 28 Agustus 2015
Sabtu, 29 Agustus 2015 16:55 WIB
Penulis: .
SAWAHLUNTO, GOSUMBAR.COM - Karnaval Songket Silungkang di Sawahlunto, Sumatera Barat, pada Jumat, 28 Agustus 2015 berhasil memecahkan rekor Musium Rekor Indonesia (Muri).

"Muri mencatat, ada sekitar 17.290 warga yang menggunakan songket hari ini. Makanya masuk dalam rekor Muri," ujar Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf.  

Warga menggunakan kostum berbahan dasar tenun dengan berbagai motif dan bentuk. Karnaval ini menampilkan ikon-ikon songket Silungkang dengan berbagai tema dan motif yang unik. Ini bukti berkembangnya industri kecil-menengah di Sawahlunto.

Menurut Ali, di Sawahlunto ada 900 perajin songket yang tersebar di empat kecamatan. Selain peserta, ucap Ali, masyarakat Sawahlunto juga menggunakan songket.

Ali menuturkan karnaval ini akan diselenggarakan rutin setiap tahun. Sebab, ini merupakan pesta rakyat.

Jumat kemarin, masyarakat Sawahlunto tumpah ruah melihat karnaval yang digelar mulai Museum Stasiun Sawahlunto hingga Museum Gudang Ransum tersebut. Mereka antusias melihat penampilan peserta yang menggunakan berbagai motif songket.

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, songket menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Sawahlunto. Apalagi kota ini memiliki modal warisan budaya yang beragam.

"Karnaval ini menjadi bukti berkembangnya UKM di Sawahlunto. Ini menjadi modal sebagai daerah pariwisata," ujarnya, Jumat, 28 Agustus 2015. ***

Sumber : tempo.co
Kategori : Sawahlunto, Peristiwa

Loading...
www www