Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
Hukum
15 jam yang lalu
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
2
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
Politik
15 jam yang lalu
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
3
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
Hukum
11 jam yang lalu
Mantan Staf Ahli Panglima TNI Galang Ribuan Dukungan untuk Ruslan Buton
4
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
11 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
5
Bom Meledak dalam Masjid Saat Jamaah Bersiap Shalat Isya, Ulama Terkemuka Jadi Korban
Internasional
23 jam yang lalu
Bom Meledak dalam Masjid Saat Jamaah Bersiap Shalat Isya, Ulama Terkemuka Jadi Korban
6
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Peristiwa
5 jam yang lalu
VIRAL! Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif, Anak Histeris Cegat Mobil Jenazah
Loading...
Home  /   Berita  /   Ekonomi

Kain Songket Silungkang Diperjuangkan Dapat Pengakuan UNESCO Sebagai Warisan Budaya Dunia

Kain Songket Silungkang Diperjuangkan Dapat Pengakuan UNESCO Sebagai Warisan Budaya Dunia
Karnaval Songket Silungkang
Sabtu, 29 Agustus 2015 16:01 WIB
Penulis: .
SAWAHLUNTO, GOSUMBAR.COM - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mendukung agar produk perajin songket Silungkang dari Sawahlunto, Sumatera Barat, bisa dapat pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia.

"Pemerintah memang sedang merintis agar songket pada umumnya bisa mengikuti jejak batik untuk mendapat pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya dunia," kata Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Emilia Suhaimi di Sawahlunto, Sabtu, 29 Agustus 2015.

Pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian songket, khususnya Silungkang. Sebab, menurut dia, upaya pelestarian akan memberikan dampak yang positif bagi berkembangnya perajin koperasi dan UKM di wilayah itu.

"Nanti kickoff untuk songket agar bisa mengikuti jejak batik akan dilaksanakan pada Oktober di Palembang," ucapnya.

Pihaknya sendiri menyatakan siap membantu mempromosikan songket Silungkang ke pasar yang lebih luas.

Songket tersebut, ujar Emilia, harus diintegrasikan dengan para pelaku mode agar bisa terus mengikuti perkembangan zaman.

"Songket ini sudah mulai dilirik jaringan mode Shafira dan akan berpameran di Paris dan New York," tuturnya.

Ke depan, kata dia, Kementerian Koperasi dan UKM siap menjadikan songket dari sebuah nagari di Sawahlunto itu sebagai salah satu andalan promosi bagi produk koperasi dan UKM, baik di dalam maupun luar negeri.

Songket Silungkang punya ciri khas tenunan dasarnya yang warna merah tua, hijau tua, atau biru tua.

Motif ragam hiasnya dibentuk dengan benang emas, perak, dan warna lain. Adapun dua macam kain songket ialah kain songket ragam hias benang berwarna emas dan kain songket ragam hias bukan dari benang berwarna emas. ***

Sumber : tempo.co
Kategori : Sawahlunto, Ekonomi

Loading...
www www