Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
22 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
2
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
22 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
3
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
21 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
4
Alhamdulilah, dari 25 Orang Pasien Positif Covid -19 di Padang Panjang, 21 Orang Dinyatakan Sembuh
Lingkungan
11 jam yang lalu
Alhamdulilah, dari 25 Orang Pasien Positif Covid -19 di Padang Panjang, 21 Orang Dinyatakan Sembuh
5
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
GoNews Group
18 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
6
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Kesehatan
20 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum
Tutup Muktamar Mathla'ul Anwar

Irman Gusman: Mathla'ul Anwar Banyak Memberi Kontribusi untuk Bangsa

Irman Gusman: Mathlaul Anwar Banyak Memberi Kontribusi untuk Bangsa
Irman Gusman, Ketua DPD RI menutup Muktamar Mathla'ul Anwar.
Minggu, 09 Agustus 2015 20:37 WIB
Penulis: Hermanto Ansam
PANDEGLANG, GOSUMBAR.COM - Setelah sebelumnya pada hari Sabtu (8/8) Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Muktamar ke-19 dan peringatan 100 tahun Mathla'ul Anwar, hari ini, Minggu (9/8) Irman Gusman, Ketua DPD RI menutup Muktamar ke-19 Mathla'ul Anwar di di kompleks Pusdiklat Pandeglang, Banten.

Keduanya merupakan tokoh nasional yang masing-masing diundang untuk memberikan sambutan dalam pembukaan dan penutupan dalam peringatan 100 tahun dan Muktamar ke-19 Mathla'ul Anwar.

Dalam sambutannya saat acara pembukaan, Jokowi menyebutkan bahwa Mathla’ul Anwar mempunyai dua modal, yaitu modal sosial dan modal kultural yang dapat digunakan untuk menyukseskan pembangunan di Tanah Air. Sedangkan Irman Gusman saat menutup acara tersebut mengatakan bahwa Mathla'ul Anwar banyak memberikan kontribusi dan sumbangsih bagi bangsa dan negara Indonesia, terutama di bidang dakwah, sosial, dan pendidikan.

Sesuai makna namanya, Mathla'ul Anwar yang berarti tempat terbitnya cahaya, maka kehadiran organisasi ini untuk pembebasan umat dari kebodohan dan keterbelakangan. "Tepat sekali tema muktamar kali ini. Albert Einstein menyatakan bahwa ilmu tanpa agama, pincang, dan agama tanpa ilmu, buta," ucap Irman.

Dalam sambutannya, Irman juga menyatakan syukurnya atas undangan kehormatan menutup acara. "Usianya beda-beda tipis. Karena usia Mathla'ul Anwar yang 10 tahun lebih tua dari Nahdlatul Ulama (NU) dan 4 tahun lebih muda dari Muhammadiyah."

Irman juga menyinggung penyelenggaraan muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang yang mengusung tema "Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia" serta muktamar Muhammadiyah di Makassar yang mengusung tema "Gerakan Pencerahan Menuju Indonesia Berkemajuan". Sedangkan tema muktamar Mathla'ul Anwar adalah "Meningkatkan Peran Mathla'ul Anwar dalam Mencerdaskan Bangsa".  

Irman Gusman yang juga senator asal Sumatera Barat ini menutup muktamar ke-19 Mathla'ul Anwar di Pandeglang yang juga dihadiri oleh muktamirin dan pengurus besar Mathla'ul Anwar. Selain itu, dua senator asal Banten, Andiara Aprilia Hikmat dan Ahmad Subadri, juga turut menghadiri muktamar itu.  

KH Ahmad Sadeli Karim LC terpilih kembali sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar, sekaligus ketua tim formatur, bersama Ketua Majelis Amanah KH Drs Irsjad Djuwaeli MM.

Mathla'ul Anwar menggelar muktamar ke-19 tanggal 7-9 Agustus 2015, sekaligus peringatan 100 tahun organisasi ini di Pandeglang. Mathla’ul Anwar berdiri tanggal 10 Ramadhan 1334 H atau 10 Juli 1916 M. Didirikan oleh para kiai di sekitar Menes, Pandeglang. Sesepuh utamanya KH Tb Sholeh Kananga dan KH Arsyad Tegal. Kedua ulama ini didikan Syekh Nawawi Al-Bantani. Pendiri formalnya KH Abdurrahman bin Jamal Menes, dan KH Entol Muhammad Yasin Kadu Hauk Menes. Dalam anggaran dasar dan rumah tangga, KH Abdurrahman bin Jamal selaku inspektur jenderal, dan KH Entol Muhammad Yasin selaku Presiden Mathla’ul Anwar tahun 1926.  (rls)

Kategori : Umum, GoNews Group

Loading...
www www