Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
8 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
Kesehatan
22 jam yang lalu
Kisah Mualaf Penemu Rapid Test Jacky Ying saat Memutuskan Pakai Jilbab
3
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat 'New Normal' dengan...
GoNews Group
23 jam yang lalu
Cegah Gelombang Kedua Pandemi Covid-19 saat New Normal dengan...
4
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
5 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
5
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
5 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
6
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
4 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Mensos Pastikan Stok Raskin Sumbar Aman Hingga Awal 2016 Mendatang

Mensos Pastikan Stok Raskin Sumbar Aman Hingga Awal 2016 Mendatang
Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau stok raskin di Gudang Bulog, Baso, Agam, Minggu ((9/8/2015)
Minggu, 09 Agustus 2015 19:08 WIB
Penulis: jontra

BUKITTINGGI, GOSUMBAR.COM - Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa  memastikan bahwa stok beras untuk warga miskin (raskin) di Sumbar secara nasional, aman hingga awal tahun 2016 mendatang. Bahkan pada September 2015 nanti, Bulog akan menyerap kembali produksi padi masyarakat.

Sesuai dengan keterangan Kepala Bulog, bahwa di Sumbar total seluruhnya sekarang ada 18 ribu ton, sementara kebutuhan perbulannya  4 ribu ton. Artinya, raskin di Sumbar aman sampai 4,5 bulan ke depan. Kalau 4,5 bulan ke depan, itu artinya sampai pertengahan Januari aman,” ujar Khofifah Indar Parawansa saat meninjau stok raskin di Perum Bulog Sub Divre Bukittinggi,di gudang Baso, Minggu (9/8/2015).
Begitu juga secara nasional, stok raskin menurut Mensos berjumlah 1,5 juta ton dan mencukupi untuk 15,5 juta Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) hingga awal tahun 2016 mendatang.
“Saya ingin menyampaikan kepada kita  semua, bahwa kekhawatiran terhadap kemungkinan kekeringan, kemungkinan kemarau panjang, kemungkinan gagal panen di beberapa tempat secara nasional, raskin aman, karena bulog masih punya stok 1,5 juta ton,” jelas Mensos.
Mensos Khofifah berharap kepada seluruh bupati/walikota seluruh Indonesia untuk melakukan percepatan penyampaian SPA (Surat Perintah Alokasi) kepada Kepala Gudang Divre dan Sub Divre Bulog. Jika pada akhir Agustus 2015 ini semua bupati dan walikota mampu menyelesaikan SPA-nya, maka tanggal 1 September 2015 mendatang Mensos berencana untuk mendistribusi raskin secara serentak di seluruh Indonesia.
“Jadi, sekarang tinggal percepatan Surat Perintah Alokasi dari masing-masing bupati/walikota seluruh  Indonesia, agar per-1 September distribusi raskin bulan September bisa dilakukan secara serentak  seluruh Indonesia.  Ini  untuk memastikan  bahwa stok raskin aman,” lanjut Mensos Khafifah.
Mensos juga mengimbau kepada pihak terkait, agar bisa memastikan kualitas standar raskin sebelum beras itu terdistribusi hingga nantinya sampai ke titik distribusi ke titik Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat.
“Tolong seluruh kepala  desa, RT, RW, ngecek bahwa standar yang diterima  oleh masyarakat sama seperti standar ketika beras itu baru dikeluarkan dari gudang. Karena ada indikasi kemungkinan dari gudang, di jalan itu kemudian berganti kendaraan sehingga berganti kualitas. Di beberapa tempat ada indikasi seperti itu, sehingga peran dari tim pikor raskin masing-masing kabupaten kota menjadi penting,” harap Khofifah.
Jika memang nantinya ditemukan kualitas raskin yang berubah, maka masyarakat penerima raskin menurut Mensos, bisa mengadukan hal tersebut ke Bulog, dalam waktu satu kali 24 jam. Jika ditemukan kasus itu, maka Bulog akan mengganti raskin sesuai standar.
Terkait jumlah raskin yang harus diterima RTSPM, Mensos menyebut bahwa masing-masing RTSPM akan menerima 15 kilo. Tapi jumlah itu menurutnya sangat variatif, karena ada beberapa daerah yang memberi tambahan subsidi bagi RTSPM, pungkasnya. (**)


Loading...
www www