Saran buat: Pilihlah Aku

Minggu, 03 September 2017 20:11 WIB
Penulis: Drs H Iqbal Ali, MM
Saran buat: Pilihlah AkuH Iqbal Ali
BARANGKALI sebagian besar kita sangat akrab dengan kalimat pilihlah aku. Pilihlah aku adalah judul lagu yang dinyanyikan oleh penyanyi diva Krisdayanti. Lirik lagunya mengingatkan kaula muda agar jangan salah pilih. Yang pantas dipilih hanyalah aku, karena aku lah segala-segalanya. Dengan segala aksi dan penampilan memukau membuat penonton dan pendengar terkesima. Demikian pilihlah aku dalam konteks hiburan dan bagaimana jika pilihlah aku beralih ke konteks politik.

Barangkali banyak hal menarik yang dapat kita sebut. Dalam konteks politik dimana provinsi Riau akan melaksanakan pilkada pemilihan gubernur periode 2018 – 2023. Kini pilkada provinsi Riau tinggal mengitung bulan. Partai sudah sibuk mengambil ancang ancang bagaimana memenangkan jagonya nanti merebit Riau 1. Bakal calonpun sudah bermunculan dan ternyata cukup banyak.

Puluhan balon sudah menampakkan diri dan siap bertarung. Berarti begitu banyak anak bangsa ingin ikut membangun Riau bersama rakyat. Secara kuantitas Ok,bagaimana secara kualitas? Nanti kita jawab. Seperti dimaklumi Undang-Undang tentang Pemilu menetapkan bahwa pemilih adalah masyarakat luas secara langsung sedangkan  balon diusung oleh partai politik dimana calon independen diberi kesempatan pula.

Di sini mulai ada tarik menarik antara partai dan balon dengan segala usaha dan cara sesuai kepentingan masing- masing. Begitu pula antara balon dengan masyarakat, dengan segala cara dan usaha ingin bermesraan,  agar memilih dia. Jargon-jargon politik diluncurkan, semua balon memuji diri sendiri, dialah yang pantas dipilih karena dia adalah segala-galanya.

Dia yang berpengalaman, yang amanah, visioner, dekat dengan rakyat, bersih, jujur , berpendidikan dst. Sekali lagi menwarkan kehebatannya dengan memuju-muji diri sendiri. Padahal hampir semua balon tersebut, masyarakat sudah tahu siapa mereka sebenarnya. Semua mereka bermasalah, hanya saja besar kecil masalahnya yang membedakan. Masih terngiang ditelinga masyarakat bahwa Riau juara terhadap korupsi yang dilakukan gubernurnya, ibarat main bola melakukan hatrick, yaitu gubernurnya  3 orang masuk penjara berturut-turut. 

Itulah yang menghantui masyarakat,  takut terulang lagi peristiwa yang sama nanti. Kita butuh pemimpin yang cerdas, visioner, berwawasan luas dan berakhlak mulia ( jujur, bersih, amanah) serta mampu membawa perobahan ke yang lebih baik sehingga dia betul-betul manjadi pemimpin  berwibawa dipandang masyarakatnya.

Agar tidak terulang  kesalahan yang sama seperti pilkada yang lalu, dirasa perlu  menyampaikan pesan sebagai berikut: Pertama, terhadap Pilihlah Aku: jangan lupa introspeksi dan merenung, karena dengan merenung kelebihan dan kekurangan kita  akan diketahui dan cepat-cepat diatasi namun sekali-kali jangan memuji-muji diri sendiri, agama melarang keras orang memuji-muji diri didepan khalayak. Kedua, kita orang beragama, ingatlah terus ajaran-ajarannya, terutama ajaran moral dan integritas serta rasa malu. Sadarlah bahwa tugas anda tidak main-main, berat namun mulia.

Ketiga, tetap berpegang teguh kepada Panca Sila, tinggalkan Dwi sila: kekuasaan Yang  Maha Esa dan keuangan Yang Maha Kuasa. Keempat, ingat anda akan disorot, dicemooh, dicaci dan dimaki apabila anda tidak amanah, munafik, kecuali anda orang tebal muka. Kelima, anda pasti orang penting tapi belum tentu orang baik. Oleh sebab itu berusahaalah terus agar menjadi orang baik sekaligus orang penting. Orang penting masanya terbatas, sedangkan ornag baik selama-lamanya.

Kepada partai politik: hendaknya berhati-hati merekrut balon, jangan lupa rekam jejak mereka, jangan hanya mementingkan popularitas dan kekayaan, jika tidak, partai anda siap dicemooh dan dijauhi rakyat. Terhadap pemilih, jangan terbuai oleh materi, pilihlah dengan akal sehat, rasional karena akibatnya fatal. Kasihanilah negeri ini, jika salah pilih lima tahun merana nanti.

Negeri kita betul-betul letih karena terlalu berat beban dipikulnya. Mari bersama-sama kita kurangi beban tersebut dengan memunculkan pemimpin yang berkualitas, bersih, berintegitas dan pro rakyat.

Mudah-mudahan saran ini ada menfaatnya, menjadi masukan buat  kelompok Pilihlah Aku, insya-Allah akan terhindar dari pemimpin-pemimpin busuk dan politisi-politisi pencari kerja.

Selamat berjuang sekali lagi jangan lupa merenung.***

Drs H Iqbal Ali, MM adalah Ketua STSIP Persada Bunda 2008-2016 dan Ketua Dewan Pembina Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) 2015-2022.

Kategori:Opini
wwwwww