Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Dorong PSSI Buat Aturan Ketat, Amali: Jaga Kepercayaan Publik

Dorong PSSI Buat Aturan Ketat, Amali: Jaga Kepercayaan Publik
Menpora Zainudin Amali bersama Raffi Ahmad. (Foto: Kemenpora.go.id)
Minggu, 06 Juni 2021 20:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SURABAYA - Menpora Zainudin Amali akan mendorong PSSI untuk membuat aturan-aturan yang ketat sehingga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Misalnya, pengaturan skor dan lainnya yang membuat hilang kepecayaan masyarakat terhadap sepakbola nasional.

"Karena ini akan membuat orang tidak percaya sepakbola Indonesia, orang jadi malas. Nonton saja malas, apalagi ikutan investasi di dalam sepak bola Indonesia," kata Zainudin Amali pada acara sosialisasi Instruksi Presiden (Inpres) nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (5/6/2021).

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan PSSI, kata Amalii, sangat serius dalam memajukan sepakbola nasional. Terlebih saat ini telah ada Inpres Nomor 3 tahun 2019. Ke depan, katanya, sepakbola nasional akan didorong kea rah industri.

“Sekarang ini mulai ada kepercayaan, kewajiban saya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, teman-teman dari PSSI ini harus menjaga. Kalau sepakbola ini bergulir maka industrinya akan hidup bukan hanya merchandise tetapi juga berbagai hal akan muncul. Akan ada inovasi-inovasi di era digital,” tegasnya.

Menurut Amali, kepercayaan terhadap sepakbola nasional sudah tumbuh dengan makin banyaknya masyarakat baik dari kalangan artis dan pengusaha yang ingin investasi dalam klub sepakbola.

"Saya kira ada satu hal yang mendasar yang saya lihat kenapa orang seperti Raffi Ahmad, Atta Halilintar kemudian Gading Martin bahkan ada Sultan Kelantang mau masuk ke sepakbola kita. Setelah saya berdiskusi dengan berbagai pihak, berbagai stakeholder, ini karena sepakbola kita mulai dipercaya oleh masyarakat. Mulai ada trust dari publik kita terhadap sepakbola kita," jelasnya.

Oleh karena itu, dia meminta kepada PSSI sebagai federasi sepakbola untuk terus menjaga kepercayaan publik tersebut. "Nah ini yang saya pesan kepada federasi kepada teman-teman di PSSI, ini harus dijaga, tidak boleh lagi ada perkelahian antara pemain di tengah-tengah lapangan atau pelatih sampai bertengkar dengan pemain lawan dan sebagainya. Kita hindari betul itu," harapnya.

Selanjutnya, Menpora Amali menyampaikan bahwa pemerintah tidak hanya memperhatikan sepakbola saja. Melainkan semua cabang olahraga terutama yang dipertandingkan dalam olimpiade.

Pasalnya, pemerintah melalui Kemenpora dan stakeholder olahraga tengah menyusun Grand Design Olahraga Nasional dan tengah menunggu terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) sebagai dasar hukumnya.

“Jadi kalau cabang olahraga yang lain kita urus melalui Grand Design Olahraga Nasional. Sekarang dalam tahap finalisasi Perpresnya. Jadi itu bahkan Perpres bukan cuma Inpres, Jadi ada Perpres tentang grand design dan itu kita fokus sesuai dengan karakter orang Indonesia karakter fisik dan lain sebagainya yakni cabang-cabang olahraga yang lebih ke akurasi dan teknik,” pungkasnya. ***

wwwwww