Home  /  Berita  /  Peristiwa

Update Poling Capres 2024 Versi Jari Rakyat, Gus AMI Ungguli AHY, Ganjar dan Anies

Update Poling Capres 2024 Versi Jari Rakyat, Gus AMI Ungguli AHY, Ganjar dan Anies
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 29 Mei 2021 21:22 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA – Poling pendahuluan terhadap calon presiden (capres) 2024 yang dilakukan Jaringan Informasi Rakyat (Jari Rakyat) terus mengalami pergerakan. Sejak dimulai pada Rabu (26/5/2021) lalu, di antara kandidat capres potensial saling bersaing ketat.

Jika pada awal poling dilakukan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat memimpin, pada pergerakan suara terbaru, Sabtu malam pukul 19.30 WIB (29/5/2021), posisi AHY mampu disalip oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI) yang kini merangsek ke urutan pertama perolehan hasil poling.

Dari 14 nama yang diikutsertakan dalam poling tersebut, Gus AMI memimpin dengan perolehan sementara 24,5% suara, disusul AHY (23,3%), Ganjar Pranowo (20,6%), Anies Baswedan (14,6%), Prabowo Subianto (8,7%), Ridwan Kamil (4,7%), Tito Karnavian (4%), Sandiaga Uno (3,6%), dan Tri Rismaharini (3,2%). Selanjutnya, Erick Thohir (2%), Moeldoko (1,6%), Puan Maharani (1,6%), Budi Gunawan (1,2%), dan Airlangga Hartarto (0%).

Koordinator Nasional Jari Rakyat, Prasetyo mengatakan poling pendahuluan ini merupakan upaya untuk menjaring sejauh mana atensi suara rakyat terhadap capres pilihannya. “Setelah poling ini, kami berencana melakukan survei dengan terjun langsung ke masyarakat untuk mengkomparasi hasil sebelumnya,” ujarnya, Sabtu (29/5/2021).

Menurutnya, poling pendahuluan ini akan dilakukan selama seminggu dan akan ditutup pada Rabu (2/6/2021) mendatang. "Ini setiap hari ada perubahan signifikan," katanya.

Ditanya analisanya mengapa nama Gus AMI bisa menyodok ke posisi teratas hasil poling, Prasetyo mengatakan bahwa secara pribadi Ketua Umum PKB itu memiliki kapasitas dan kapabilita mumpuni. ”Kami memandang selaku independen, tidak berpartai, beliau sudah mumpuni karena pernah di eksekutif jadi menteri, pernah di legislatif. Dan pengalaman organisasinya mulai dari nol, dari bawah, jadi dalam kapasitas kepemimpinan dan kapabilitas Gus AMI, menjadi modal yang cukup untuk bisa berkontestasi dengan calon-calon lain yang belakangan muncul di survei,” tuturnya.

Disisi lain, kata Prasetyo, pergerakan hasil poling Gus AMI yang menonjol di urutan teratas, juga dipengaruhi kuatnya pergerakan media sosial para kader PKB yang cukup aktif dari pusat hingga daerah. "Kalau kita lihat di Twitter, IG, FB, itu sekarang luar biasa animo para kader untuk memperkenalkan PKB dan Gus AMI sebagai sosok yang digadang-gadang sebagai capres," paparnya.

Kedua, di level praktis di lapangan, cukup banyak program yang dilakukan kader dan pengurus PKB yang cukup menyentuh permasalahan rakyat di bawah. "Kita tahu ada Gerakan Food Bank di beberapa titik di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kemudian dalam kondisi Covid-19, PKB juga menyapa beberapa masyarakat terdampak Covid-19, baik itu UMKM maupun masyarakat biasa dengan memberikan sentuhan bantuan," urainya.

Ketiga, aksi luar biasa kelompok milenial pendukung PKB. Menurut Prasetyo, pada Pemilu 2024 mendatang, kalangan milenial dan gen Z merupakan pemilih mayoritas. Karena itu, beberapa kandidat capres pun sudah mencoba mendekati mereka.

"PKB juga mulai mencoba untuk menggaet itu, mencoba mempengaruhi generasi muda, generasi milenial, gen Z untuk melihat PKB. Bahwa PKB kini tidak hanya partai yang seperti dulu, yang cenderung imejnya partai sarungan, partai orang tua. Sekarang imej itu coba diubah oleh PKB sehingga potensi kalangan milenial untuk bisa bergabung dengan PKB itu menjadi sesuatu yang menarik," kata Prasetyo.

Menurutnya, saat ini masyaraakt cenderung mencari pemimpin alternatif sehingga nama-nama seperti Gus AMI, AHY, Ganjar maupun Anies memiliki daya Tarik tersendiri di masyarakat.***

wwwwww