Home  /  Berita  /  Peristiwa

Capres Luar Jawa, Pengamat: Peluang Zulkieflimansyah di Pilpres 2024 Semakin Besar

Capres Luar Jawa, Pengamat: Peluang Zulkieflimansyah di Pilpres 2024 Semakin Besar
Gubernur NTB, Zulkiflimansyah. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 22 Mei 2021 10:36 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Munculnya nama Zulkiflimansyah sebagai tokoh yang dimunculkan dalam pertarungan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang dianggap sebagai fenomena menarik sebagai calon presiden alternatif sekaligus tokoh dari luar Jawa.

Demikian diungkapkan Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center Research & Consulting Pangi Syarwi Chaniago, Sabtu (22/5/2021) di Jakarta.

Menariknya menurut Pangi, sebagai capres alternatif Zulkiflimansyah termasuk tokoh baru di luar nama-nama mainstream yang beredar di kalangan publik dan yang sudah mondar-mandir di berbagai lembaga survei, seperti Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, maupun Sandiaga Uno.

"Capres alternatif sebenarnya bisa membuat kompetisi pilpres lebih menarik karena calon tidak didominasi tokoh-tokoh dari Pulau Jawa dan Ketua Umum partai," kata Pangi Syarwi Chaniago.

Munculnya nama Zulkiflimansyah menurut Pangi juga bagian dari semangat menjalankan demokrasi di negeri ini. "Semakin banyak calon presiden maka semakin baik untuk demokrasi, jangan sampai Pilpres mendatang hanya adA dua calon, jika ramai yang maju, tentu tidak akan ada lagi gesekan atau keterbelahan publik seperti Pilpres sebelumnya," tukasnya.

Karena berdasarkan hasil diriset Voxpol, saat ini kata Pangi, masyarakat menginginkan Capres 2024 mendatang lebih dari dua calon. "Dan tentunya kita menginginkan kandidat itu tidak hanya Muncul dari kalangan Ketua Umum Partai, atau tokoh dari kalangan Menteri yang dianggap berkinerja baik. Tapi hendaknya muncul juga dari kalangan Kepala Daerah yang berprestasi," tandasnya.

Saat ini menurut Pangi, klaster Ketua umum Partai banyak yang tidak populer dan kurang disukai masyarakat, sehingga yang diharapkan adalah kepala kepala daerah berprestasi.

Namun lanjut Pangi, untuk kategori kepala daerah yang menonjol saat ini masih didominasi tokoh yang berada di Pulau Jawa saja. "Misalnya Anis Baswedan di DKI, Ganjar di Jateng, Ridawan Kamil di Jabar, Khofifah di Jatim, kan semestinya harus muncul klaster dari luar Pulau Jawa," tukasnya.

"Potensi ini jangan sampai terlewatkan oleh kepala - kepala daerah di luar Pulau jawa," timpalnya.

Gubernur NTB Zulkiflimansyah kata Pangi lagi adalah kandidat Capres dari luar Pulau Jawa sudah mulai muncul dan menjadi pembicaraan publik. "Beliau ini sebenarnya sangat berpeluang besar, selain tokoh, beliau juga Kepala Daerah terpopuler dari Indonesia Timur," tukasnya.

Bahkan menurut Pangi, sosok Zulkiflimansyah juga sudah mulai dikenal masyarakat saat dirinya maju di Pilkada Banten yang lalu. "Jadi bukan hanya masyarakat Indonesia Timur saja, warga Banten sebagian juga sudah familiar. Beliau juga pernah menjadi Anggota DPR RI dan bisa merepentasikan Blok Religius, karena nasionalis religius itu kombinasi yang sangat ideal, tentu bukan tidak mungkin tokoh tokoh nasionalis dari pusat mencari tokoh -tokoh punya basis yang jelas dan kepala daerah yang berprestasi," ucapnya.

Akan tetapi kata Dia, Zulkiflimansyah memang harus terus menerus membuat terobosan - terobosan baru agar semakin dikenal oleh seluruh rakyat Indonesia.

"Jika dilihat dari inovasi dan gagasannya sekarang ini dengan program unggulan zero waste dan industrialisasi. Sudah sangat bagus ditambah lagi dengan adanya MotoGP dan KEK, sehingga momen ini sebenarnya sangat mampu mendongkrang popularitasnya kedepan," tutupnya.***

wwwwww