Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Tak Ada yang Salah dengan Piala Menpora 2021

Tak Ada yang Salah dengan Piala Menpora 2021
Menpora, Zainudin Amali dengan Piala Menpora dan kampun, Persija Jakarta. (foto:kemenpora.go.id)
Selasa, 27 April 2021 16:22 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SEKALI Layar Terkembang Sulit Kita  Berpantang. Kalimat itu ngetrend saat Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD Ri), LaNyalla Mattalitti menjabat Ketua Umum PSSI. Mungkin kalimat itu layak digunakan untuk tidak ragu memutar kembali kompetisi setelah Piala Menpora 2021 berlangsung sukses dengan memunculkan kampiun Persija Jakarta. Apalagi, turnamen Pramusim yang diputar setelah setahun kompetisi terhenti akibat pandemi Covid 19 ini dijadikan ajang contoh bagi pelaksanaan kompetisi sepakbola maupun event-event cabang olahraga lain. 

Memang ada noda yang ditimbulkan akibat ukah suporter. Yakni, The Jakmania, suporter militan Persija Jakarta yang terlalu euforia dengan gelar juara yang disandang tim kebanggaan masyarakat Jakarta membuat kerumunan di jalanan. Sementara Bobotoh, pendukung Persib meluapkan kekecewaannya kegagalam Persib Bandung dengan melakukan pengrusakan kantor PT Persib Bandung Bermartabat (PBB). 

Apa Menpora Zainudin Amali yang harus dipersalahkan dengan ulah suporter yang menodai Piala Mebpora 2021 tersebut? Jawabannya. Tidak. Karena, Amali sudah menjalankan tugasnya sebagai penanggung jawab olahraga untuk memastikan pembinaan olahraga di Indonesia tetap berjalan dengan baik. 

Kenapa? Faktanya, suporter dan masyarakat pecinta sepakbola Tanah Air menikmati sajian pertandingan mulai babak penyisihan hingga laga final melalui media televisi dan tidak datang ke Stadion seperti yang telah diimbau Amali, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara Piala Menpora 2021. 

Fakta lain, pelaksanaan Piala Menpora 2021 yang digelar dengan protokol kesehatan sangat ketat ini sebagai jembatan bagi PSSI mendapatkan izin keramaian dari pihak Polri untuk memutar kembali kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Selain itu, turnamen pramusim yang rutin dikontrol Amali dan juga Presiden Jokowi ini sebagai contoh ideal menggelar kompetisi di tengah pandemi Covid 19.

Siapa pun paham terhentinya kompetisi sepakbola berdampak besar terhadap pembinaan sepakbola Indonesia. Apalagi, kompetisi itu merupakan ujung tombak pembinaan yang akan melahirkan pemain sepakbola berkualitas untuk membawa harum nama bangsa dan negara. Itu jika berbicara soal prestasi. 

Sisi lain, pelaksanaan kompetisi itu jelas memutar perekonomian di berbagai daerah yang menjadi tempat pertandingan. Apa jadinya mereka yang menggantungkan kehidupan dari sepakbola  jika kompetisi tidak bergulir kembali. Setahun saja para pemain sudah merasakan kesulitan kebutuhan ekonomi keluarganya karena tidak adanya pemasukan. Bahkan, mereka banyak beralih profesi yang sebenarnya mereka tidak pahami sehingga menyedot dana investasinya selama berkarir di dunia sepakbola. Belum lagi kehidupan di luar pelaku sepakbola yang selama ini terbantu dari denyut kompetisi sepakbola. 

Apakah kita harus menyalahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan ulah suporter itu? Tidak juga. Bahkan, kita juga harus memberikan dukungan terhadap keputusan Polri yang akan melakukan penyidikan terkait adanya dua kasus yang dilakukan suporter usai penyelenggaraan Piala Menpora 2021.

Sebab, oknum suporter Persija telah melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala mikro (PPKM Mikro) mengingat sudah ada imbauan yang berulamgkali disampaikan oleh PSSI dan Menpora Amali. Sedangkan oknum suporter Persib Bandung jelas melakukan perusakan kantor PT PBB. Kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi suporter demi kebaikan sepakbola ke depan dan menekan pandemi Covid 19.

Tidak ada salahnya juga jika kita selaku pecinta sepakbola dan menginginkan prestasi sepakbola lebih baik ke depan sepakat memberikan apresiasi terhadap Kapolri seperti yang diberikan Menpora Amali. Karena, Listyo Sigit yang sudah menjadi bagian dari keluarga olahraga dengan menjabat sebagai Ketua Umum PB ISSI telah membantu kesuksesan Piala Menpora 2021. 

Lantas siapa yang disalahkan?  Tidak ada yang mesti disalahkan dengan noda yang ditimbulkan suporter tersebut. Begitu juga Ketua Umum PSSI, Mochmad Iriawan tak perlu disalahkan. Mochmad Iriawan yang akrab dipanggil Iwan Bule telah menjalankan tugasnya mensukseskan Piala Menpora 2021 yang merupakan jembatan untuk memastikan roda kompetisi kembali bergulir.

Tindakan Iwan Bule yang melakukan peneguran juga tepat terhadap Budiman Dalimunthe sekali Head of Dept Suporter Development and Fan Engagement PSSI dengan adanya ulah suporter tersebut juga patut didukung. Bahkan, tidak ada salahnya jika Iwan Bule meninjau keberadaan Budiman Dalimunthe untuk menyongsong kehidupan baru masyarakat sepakbola Indonesia di tengah pandemi Covid 19.

Yang pasti, tugas PSSI ke depan semakin bertambah. Bukan hanya memastikan kompetisi tetap bergulir, PSSI juga harus menjaga agar sepakbola tidak menjadi kluster baru pandemi Covid 19.

Penulis : Azhari Nasution, wartawan Gonews.co Group. ***

wwwwww