Home  /  Berita  /  Umum

22 Fakta Menarik Masjid Jogokariyan yang Saldo Kasnya Selalu Nol Rupiah

22 Fakta Menarik Masjid Jogokariyan yang Saldo Kasnya Selalu Nol Rupiah
Masjid Jogokariyan Yogyakarta. (Foto: Istimewa)
Rabu, 14 April 2021 22:24 WIB
YOGYAKARTA - Jika masjid lain kerap bangga mengumumkan saldo infaknya selalu puluhan bahkan ratusan juta rupiah, maka masjid Jogokariyan di Yogyakarta malah sebaliknya.

Masjid ini malah selalu berupaya keras agar saldo infaknya harus di angka nol rupiah setiap kali diumumkan di akhir bulan.

Menurut pengurus DKM masjid, infak itu sebenarnya ditunggu pahalanya untuk jadi amal shalih, bukan untuk disimpan di rekening bank.

Pengumuman infak jutaan juga dikhawatirkan akan menyakitkan jika tetangga masjid ada yang tak bisa ke rumah sakit karena tak punya biaya atau tak bisa membayar biaya sekolah anak-anaknya. "Dengan pengumuman saldo infak yang nol rupiah, maka jamaah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya," ujar seorang pengurus yang enggan di sebutkan namanya.

Bahkan mesjid ini malah mensejahterakan warganya dengan fasilitas WiFi gratis, ruang olah raga untuk anak anak dan dewasa, hingga buka puasa 5.000 piring nasi setiap hari selama bulan Ramadhan.

Masjid juga sanggup mencover warganya yang sakit dengan membawa Kartu Sehat Mesjid ke Rumah Sakit dan Klinik manapun di Yogyakarta, termasuk memberi hibah umrah bagi jamaah yang istiqomah shalat subuh di masjid.

Nah, inilah 22 fakta tentang Masjid Jogokariyan yang menjadi Masjid percontohan sebagai Masjid yang makmur kegiatan di seluruh Indonesia.

1. Masjidnya hanya berlokasi di tanah wakaf 700 m2 tapi dengan 3 lantai, dan hanya masjid kampung (bukan masjid jami').

2. Kampung Jogokariyan dulunya bukan basis Muslim yang kuat.

3. Takmir mendata statistik kampung sekitar masjid (yang sudah solat/belum, yang solat jamaah ke masjid/belum, yang muslim/non muslim, beserta semua anggota keluarganya) untuk pemetaan target dakwah.

4. Takmir masjid berusaha menggembirakan masyarakat dan membuat mereka mau bersujud dgn berbagai cara yang syar'i.

5. Setelah mereka mau datang ke masjid, harus dibuat nyaman dan diisi dengan taklim-taklim ringan.

6. Takmir tidak boleh memarahi anak-anak yang ramai di masjid, tapi memberikan hadiah makanan ringan kalau tidak ramai dan mengganggu jamaah di masjid.

7. Yang belum jamaah ke masjid/belum solat dibuat undangan seperti pernikahan dan disediakan makanan di masjid saat acara sholat jamaah. Makanan ditawarkan pada jamaah yang mau menjadi donatur untuk mentraktir makanan.

8. Yang belum bisa sholat diajari sholat oleh takmir (di masjid atau di rumah masing-masing)

9. Kas masjid tidak pernah besar bahkan targetnya adalah 0 (nol) tiap akhir bulan, karena kas masjid yang besar tanda takmir tidak bisa mengelola infaq jamaah menjadi pahala yang segera mengalir ke penginfaq.

10. Ada sarapan bubur, lontong sayur, susu kedelai, dll tiap minggu ba’da subuh.

11. Ada 500 – 1000 nasi bungkus tiap ba’da jumat (dana swadaya jamaah).

13. Ada divisi usaha penyewaan kamar penginapan di lantai 3 masjid untuk membayar petugas kebersihan dan tambahan operasional masjid.

14. Tidak ada gaji untuk takmir kecuali petugas kebersihan, karena gaji dari Allah tidak ada maksimalnya, sementara gaji manusia ada minimumnya (UMR).

15. TPA diajar oleh anak2 RISMA/RMJ.

16. Ada infaq beras (kotak amal khusus beras) untuk disalurkan ke dhuafa’, walaupun sekarang isi kotak infaq beras itu berubah jadi uang, karena jamaah malas bawa beras. Bantuan untuk dhuafa’ ini diambil di masjid ba’da subuh.

17. Masjid buka 24 jam dan ada WiFi gratis 24 jam.

18. Taklim untuk jamaah sangat banyak baik siang maupun malam.

19. Ada angkringan di depan masjid (tongkrongan) untuk jamaah ngobrol dan orang2 mampir istirahat.

20. Jika masjid dikelola dengan benar dan dipercaya jamaah, maka dana2 infaq dan dari donatur sangat mudah didapat, termasuk untuk donatur makanan, dll.

21. Jika kas masjid banyak justru jamaah malas menyumbang, tapi jika sedikit mereka akan tergerak untuk infaq.

22. Masjid itu milik Allah (QS AlJin: 18) sehingga rezeki masjid akan dijamin oleh pemilik masjid (Allah) dan takmir hanyalah pelayan umat (jamaah).***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Berbagai Sumber
Kategori:Peristiwa, Umum
wwwwww