Home  /  Berita  /  Umum

Dirjen Dukcapil Edukasi Masyarakat via TikTok, 3 Hari Tembus 2,8 Juta 'Viewers'

Dirjen Dukcapil Edukasi Masyarakat via TikTok, 3 Hari Tembus 2,8 Juta Viewers
Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah dalam sebuah videonya di TikTok. (gambar: tangkapan layar)
Selasa, 16 Februari 2021 18:02 WIB
JAKARTA - Dirjen (Direktur Jenderal), Dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipil) Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri), Zudan Arif Fakrulloh, tak mau ketinggalan tren milenial yang menggandrungi media sosial TikTok.

Kepada wartawan, Selasa (16/2/2020), Zudan mengatakan bahwa 'nyemplungnya' Dukcapil ke TikTok, bukan untuk eksis-eksisan semata. Konten TikTok @zudanAriffakrulloh, kata Dia, berisi edukasi tentang berbagai layanan administrasi kependudukan.

Konten yang disajikan pun langsung viral dan telah banyak ditonton warganet. Misalnya, video tentang edukasi jangan mencopot chip di KTP-el sudah ditonton oleh 794.100 viewer dan disukai oleh 73.900 penonton. Video itu juga mendapat komentar pengguna sebanyak 2.294 komentar, dan dibagikan oleh 2017 pengguna.

"Konten tentang foto KTP-el malah ditonton oleh lebih satu juta penonton," ujar Zudan.

Selama 3 hari sejak dibuat, kata Zudan, akun TikTok @zudanariffakrulloh telah diikuti oleh 15.800 follower dan menuai 233.900 like.

Selama itu pula, akun Dirjen Dukcapil ini sudah menayangkan sebanyak tujuh konten yang isinya adalah edukasi tentang layanan administrasi kependudukan seperti; bagaimana mengganti KTP-el yang hilang di luar kota?; bolehkah mengganti tanda tangan di KTP-el?; ganti status belum kawin menjadi kawin, dan ganti foto KTP-el.

Menurut Zudan, konten TikTok itu sengaja dibuat sebagai jawaban langsung atas permasalahan yang dihadap milenialis. Misalnya, mereka yang tadinya belum berjilbab kemudian ingin dipasang foto yang berjilbab di KTP-el mereka.

"Foto KTP-el boleh diganti asal syarat-syaratnya terpenuhi," kata Dirjen Zudan dalam video TikTok itu.

Selain itu, Zudan juga mengimbau pada para operator database (ADB) yang melayani perekaman KTP-el agar melayani dengan sabar warga yang difoto untuk KTP-el nya.

"Jangan buru-buru, contoh seperti fotografer di studio. Kalau perlu, warga disuruh menyisir dulu, rapikan rambut dan jilbabnya sebelum difoto. Kasih aba-aba, jangan sampai difoto saat matanya berkedip, sehingga hasilnya matanya terpejam," kata Zudan dengan detil mengarahkan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Nasional, Pemerintahan, Umum
wwwwww