Home  /  Berita  /  GoNews Group

Dukcapil Proaktif, Ganti 100 Ribu Lebih KK Korban Banjir Kalsel dan Gempa Sulbar

Dukcapil Proaktif, Ganti 100 Ribu Lebih KK Korban Banjir Kalsel dan Gempa Sulbar
Penyerahan 6.637 cetak KK untuk 14 desa di Kecamatan Mandastana, Kab. Barito Kuala baru-baru ini. Penyerahan disaksikan Wakil Bupati Barito Kuala, Kadis Dukaspil Batola dan Sekretaris Dukcapil Prov. Kalsel di Posko Induk Bencana Banjir Barito Kuala. (foto: ist./dukcapil)
Rabu, 03 Februari 2021 07:34 WIB
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta jajaran Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) agar proaktif melakukan jemput bola penggantian dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat bencana di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar).

"Saya meminta rekan-rekan pada Ditjen Dukcapil Kemendagri proaktif turun melakukan pelayanan jemput bola di daerah-daerah bencana, khususnya daerah bencana banjir di Provinsi Kalsel dan gempa bumi di Sulbar," kata Mendagri Tito beberapa waktu lalu.

Terkait arahan tersebut, Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh menyatakan, dirinya sudah menerjunkan Tim Dukcapil Tanggap Bencana ke Kalsel dan Sulbar untuk bersinergi dengan Dinas Dukcapil setempat dalam melakukan pelayanan penggantian dokumen kependudukan yang hilang atau pun rusak.

"Kami sudah membagi dua tim, satu untuk di Kalsel yang sudah turun sejak tanggal 19 Januari lalu, dan satu untuk pelayanan di Sulbar yang turun sehari sebelumnya," ujar Zudan dalam pernyataan pers yang dikutip GoNews.co, Rabu (3/2/2021).

"Tim dari pusat bertugas melakukan pendampingan dan dukungan pelayanan pada Disdukcapil daerah setempat, khusunya dalam hal penyediaan alat seperti blangko KTP-el, ribbon, alat pencetakan, dan jaringan," tambahnya dengan rinci.

Per Senin (01/02/2021), Tim Dukcapil Tanggap Bencana telah mencetak sebanyak 96.825 Kartu Keluarga (KK), 138 KTP-el, dan 17 Akta Kematian di Kalsel. Sedangkan di Sulbar, tim telah menerbitkan 3.634 KK, 444 KTP-el, dan 87 akta kematian.

Jumlah dokumen kependudukan yang terbit tersebut tidak lepas dari kerja keras dan sinergisnya kerja sama antara tim dari pusat dan Dinas Dukcapil daerah, khususnya di daerah-daerah yang paling terdampak bencana seperti Dinas Dukcapil Kabupaten Tanah Laut, Barito Kuala, dan Hulu Sungai Tengah di Kalsel.

Di Sulbar, korban gempa bumi terkonsentrasi di Kabupaten Mamuju dan Majene sehingga Tim Dukcapil Tanggap Bencana dari pusat bersinergi dengan Dinas Dukcapil Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

"Tim bekerja sampai larut malam. Sabtu dan Minggu tim bekerja lembur. Hal itu kami lakukan agar dapat melayani masyarakat dengan cepat," tutup Zudan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Pemerintahan, Nasional, GoNews Group
wwwwww