Home  /  Berita  /  GoNews Group

Demi Merah Putih, Okto Siap Tagih Janji  IOC Soal Vaksin 

Demi Merah Putih, Okto Siap Tagih Janji  IOC Soal Vaksin 
Ketua Umum NOC/KOI, Raja Sapta Oktohari. (dok: NOC Indonesia)
Selasa, 02 Februari 2021 19:41 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua National Olympic Committee (NOC/KOI) Indonesia, Raja Sapta Oktohari memahami kebutuhan vaksin bagi masyarakat Indonesia sangat besar dalam mengantisipasi pandemi Covid 19. Namun, dia berani memastikan atlet, pelatih, offisial dan Olympic Family bakal mendapatkan vaksin.

"Kebutuhan vaksin bagi masyarakat Indonesia sangat besar. Tetapi, saya bisa pastikan atllet, pelatih, offisial dan Olympic Family akan mendapatkan vaksin," kata Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Selasa (2/2/2021). 

Kepastian NOC tentang pemenuhan kebutuhan vaksin itu bukan tidak beralasan. Sebab, Komite Olimpiade Internasional (IOC) sudah menjanjikan akan membantu NOC untuk menyedialan vaksin.  

"Demi Merah Putih, kalau perlu saya tagih janji Thomas Bach jika kebutuhan dari Kemenkes tidak terpenuhi. Sebab, IOC menginstruksikan seluruh atlet dan offisial harus divaksin sebelum tampil pada single dan multi event internasional," katanya.

Menurut Okto panggilan akrab Raja Sapta Oktohari, janji IOC itu disampaikan Presiden IOC,  Thomas Bach dalam pertemuan virtual. Dia menginformasikan IOC bakal memberikan dukungan kepada negara-negara yang belum mendapatkan vaksin.

"Bahkan ada dana donasi atau program dari IOC melalui NOC yaitu 1+2 satu vaksin dan dua tambahan untuk masyarakat sekitar. Teknis akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan IOC," ujarnya.

Soal kebutuhan vaksin ini, kata Okto, pihaknya dan Kemenpora sudah mengirimkan surat kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dan, Menpora Zainudin Amali pun memberikan daftar usulan prioritas atlet untuk divaksin. Tetapi, kewenangan vaksinasi itu sendiri adalah dari Kemenkes. 

"Daftar usulan dari cabor sudah kita sampaikan. Kewenangan untuk vaksin adalah dari Kemenkes, dan kita hanya dalam porsi menunggu saja," katanya. 

"Kita memaklumi karena vaksin ini jumlahnya kan terbatas. Sekarang ini semua negara juga berusaha untuk mendapatkan vaksin dari sumbernya, sementara kebutuhannya sangat besar. Jadi, saya harap walaupun terbatasnya vaksin itu kita tetap bisa diprioritaskan. Hanya untuk beberapa saja yakni yang dipersiapkan untuk ke olimpiade ataupun ke kejuaraan-kejuaraan single event lainnya,' tambahnya. 

Indonesia saat ini sudah mengantongi empat tiket ke Olimpiade 2020, yang di antaranya dua dari cabang panahan nomor recurve perorangan putra dan recurve perorangan putri, menembak (air rifle putri), dan satu dari atletik Lalu Muhammad Zohri di nomor 100 meter putra. ***

wwwwww