Home  /  Berita  /  Internasional

Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas

Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
Suasana di lokasi ledakan bom bunuh diri di Kota Baghdad, Irak, Kamis (21/1/2021). (globalnews.ca)
Jum'at, 22 Januari 2021 08:43 WIB
BAGHDAD -- Bom meledak dalam sebuah pasar di Kota Baghdad, Irak, pada Kamis (21/1/2021). Sedikitnya 32 orang tewas akibat serangan bom bunuh diri tersebut.

Dikutip dari Republika.co.id yang melansir Reuter, pemerintah Irak menuding serangan ini upaya untuk mengaktifkan kembali ISIS. Jumat (22/1) pagi, ISIS mengklaim dua orang laki-laki yang meledakkan diri dalam pasar di Alun-alun Tayaran, pusat kota Baghdad, adalah orang mereka. Hal ini disampaikan di saluran aplikasi kirim pesan Telegram.

Kantor berita Reuters melaporkan terlihat genangan darah dan sepatu rusak di lokasi kejadian, sebuah pasar pakaian di Alun-alun Tayaran. Kementerian Kesehatan melaporkan serangan ini melukai sekitar 110 orang.

''Seorang pelaku datang, terjatuh dan mengeluh 'perut saya sakit' dan lalu menekan detonator di tangannya, ledakan segera terjadi, orang-orang tercabik-cabik,'' kata seorang pedagang kaki lima yang tak memberikan namanya.

Sejak ISIS dikalahkan pada tahun 2017 lalu, serangan bom bunuh diri di ibukota Irak yang menjadi fenomena sehari-hari sempat terhenti. Salah satu hal yang menunjukkan keamanan di Baghdad normal kembali.

''Kelompok teroris ISIS mungkin berada di balik serangan,'' kata kepala Pertahanan Sipil Mayor Jenderal Kadhim Salman.

Sebuah video di media sosial yang diambil di atap rumah memperlihatkan ledakan kedua di lokasi kejadian. Foto yang tersebar di internet menunjukkan beberapa korban tewas dan terluka.

Lokasi serangan Kamis kemarin itu lokasi yang sama serangan besar terakhir yang terjadi di Baghdad. Ketika bom bunuh diri pada Januari 2018 membunuh 27 orang.

Kantor perdana menteri mengatakan Perdana Menteri Mustafa al-Kadhim menggelar rapat darurat dengan petinggi-petinggi militer membahas serangan itu. Pasukan Irak telah dikerahkan dan jalan-jalan utama diblokir untuk mencegah serangan susulan.

Juru bicaranya mengatakan usai rapat Kadhimi memecat pejabat-pejabat yang mengisi posisi penting di sektor keamanan. Ia memecat komandan polisi, deputi menteri dalam negeri bidang intelijen, direktur kontra terorisme dan intelijen di kementerian dalam negeri dan komandan pasukan kepolisian federal.

Bom bunuh diri yang mengincar warga sipil menjadi taktik sehari-hari pemberontak selama pendudukan AS di Irak setelah invasi yang menggulingkan Saddam Hussein tahun 2003. Lalu digunakan ISIS yang sempat menguasai sepertiga negara itu pada tahun 2014.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Peristiwa, Internasional
wwwwww