Home  /  Berita  /  GoNews Group

Insan Gereja Dikabarkan Kena Tembak Lagi, Legislator: Hentikan Konflik di Intan Jaya

Insan Gereja Dikabarkan Kena Tembak Lagi, Legislator: Hentikan Konflik di Intan Jaya
Anggota Komisi Intelijen DPR RI, Yan Permenas Mandenas. (Foto: Ist.)
Kamis, 08 Oktober 2020 12:59 WIB
JAKARTA - Seorang gembala gereja atau pewarta gereja Katolik Stasi Emondi, Paroki Bilogai di Distrik Sugapa, bernama Agustinus Duwitau, tertembak tima panas. Demikian laporan yang diterima Anggota Komisi Intelijen DPR RI, Yan Permenas Mandenas.

Terkait hal tersebut, legislator asal Papua itu meminta kepada pemerintah dan TNI Polri untuk segera menghentikan konflik yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

"Ada apa sebenarnya di Intan Jaya. Kenapa terjadi konflik. Parahnya lagi kita tidak tahu siapa pelaku penembakan," ungkap Yan Mandenas kepada Wartawan Parlemen, Rabu (6/10/2020) malam.

Kena tembaknya Pewarta gereja itu, menurut Yan, menambah daftar Hamba Tuhan yang menjadi korban, karena pada pertengahan bulan September lalu, seorang hamba Tuhan Pdt. Yeremia Zanambani juga ditemukan tak bernyawa lantaran ditembak tima panas dan pelakunya belum juga diketahui.

"Sampai sekarang kasus alm Pdt. Yeremia saja belum terungkap. Mengapa ada lagi yang harus jadi korban. Sebenarnya apa yang terjadi disana?" kata Yan.

Ads

Yan Mandenas menegaskan, harus ada solusi kongkrit yang dilakukan pemerintah bersama TNI dan Polri. Agar persoalan tak berlarut-larut karena bisa membias ke daerah lain di Papua.

"Kita harap bersama tim TGPF bentukan pemerintah pusat bekerja ekstra untuk mengungkap kasus penembakan alm Pdt. Yeremia. Kerja dengan keterbukaan. Tak boleh ada yang ditutup-tutupi. Siapa yang ditemukan bersalah, harus dikatakan bersalah," tegasnya.

Yan Mandenas menambahkan, Ia akan segera ke Papua untuk melihat sejumlah isu yang terjadi disana, termasuk konflik yang terjadi di Intan Jaya.

"Satu, dua hari ini saya akan tiba di Papua. Saya akan menyerap aspirasi mengenai isu-isu yang berkembang di Papua, agar mana yang bisa kami perjuangkan, kami perjuangkan," pungkasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Peristiwa, Hukum, Politik, Nasional, GoNews Group
wwwwww