Home  /  Berita  /  Politik

DPC Gerindra Bukittinggi Klarifikasi Keterlibatan Kadernya dengan Cawako Petahana

DPC Gerindra Bukittinggi Klarifikasi Keterlibatan Kadernya dengan Cawako Petahana
DPC Partai Gerindra Kota Bukittinggi klarifikasi keterlibatan kadernya dengan Cawako Petahana di Rumah Juang Erman Safar, Minggu 27 September 2020.
Senin, 28 September 2020 12:09 WIB
Penulis: Jontra
BUKITTINGGI - Beredarnya desas-desus bahwa Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Herman Sofyan yang menghadiri acara salah satu pasangan calon walikota Bukittinggi di media sosial menjadi isu hangat di tengah masyarakat. Pasalnya, dalam informasi yang beredar tersebut menyebutkan Herman Sofyan menghadiri acara deklarasi salah seorang calon walikota dari petahana. Untuk meluruskan informasi tersebut, DPC Partai Gerindra Kota Bukittinggi menjawabnya melalui konfrensi pers di Rumah Juang Erman Safar, By Pass, Minggu 27 September 2020.

Dalam klarifikasinya yang didampingi oleh Sekretaris Partai Gerindra Kota Bukittinggi Reki Afrino, Herman Sofyan menyatakan bahwa kehadirannya di sana karena diundang sebagai salah seorang pemangku adat (ninik mamak). Tidak ada hubungannya dengan situasi politik seperti rumor yang beredar saat ini, ujarnya.

"Saya tidak ikut berbicara pada momentum itu, saya juga tidak ikut mengantar pasangan cawako dan cawawako petahana yang waktu itu pergi mendaftar ke Komisi Pemihan Umum (KPU) Kota Bukittinggi. Saya tetap berada di sana saat rombongan cawako petahana pergi ke KPU Bukittinggi. Selain itu saat hadir di sana, saya juga tidak menggunakan atribut partai dalam acara tersebut, ungkap Herman Sofyan yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Bukittinggi.

Dikatakan juga oleh Herman Sofyan, selama ini saya dibesarkan oleh Partai Gerindra. Sejak tahun 2008 saya sudah bergabung dengan DPC Partai Gerindra Bukittinggi, ungkapnya." Mustahil saya tidak loyal dengan partai yang telah membesarkan saya hingga mencapai posisi sampai saat ini," tandasnya.

Ads

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Partai Gerindra Reki Afrino juga menuturkan, masyarakat tidak mengetahui bahwa kader kami pak Herman Sofyan memiliki hubungan biologis ataupun kekeluargaan dengan calon walikota petahana tersebut, ujarnya.

Sebab, seperti kita ketahui bersama juga, saat ini Partai Gerindra bersama dua partai lainnya mengusung calon walikota pasangan Erman Safar dan Marfendi. Namun informasi yang berkembang di tengah masyarakat, justru salah seorang kader kami mendukung calon yang berbeda dari yang diusung partai kami, tambahnya.

Kami dalam hal ini fungsinya hanya meluruskan informasi yang berkembang, karena tidak semua masyarakat mengetahui hal tersebut. Info yang beredar tentu simpang siur, ini kan tahun politik, semua bisa menggoreng informasi yang masih rancu, ujarnya lagi.

Sebelumnya, saudara Herman Sofyan juga telah membuat video untuk mengklarifikasi ke datangannya dalam acara itu. Hal ini juga sudah diketahui oleh jajaran pengurus DPP Partai Gerindra pusat. Melalui pertemuan kali ini, kami ingin lebih menjelaskan dan meluruskannya kepada publik, ungkapnya.

Jika ada indikasi tidak loyal kepada partai, tentu akan ada sanksi untuk kader yang melanggar aturan AD/ART Partai Gerindra, pungkasnya. (**)

wwwwww