Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pimpinan MPR Minta Masyarakat Tak Sebarkan Kebencian saat Pilkada

Pimpinan MPR Minta Masyarakat Tak Sebarkan Kebencian saat Pilkada
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid. (Dok. Humas MPR)
Rabu, 16 September 2020 13:24 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
INDRAMAYU - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, meminta masyarakat tidak menyebarkan ujaran kebencian saat Pilkada 2020 mendatang. Pilkada pada 9 Desember 2020, di beberapa kabupaten, kota, dan provinsi, menurutnya merupakan perwujudan dari Sila IV Pancasila.

"Pilkada bentuk perwujudan kedaulatan rakyat. Dengan adanya hajatan politik lima tahunan itu maka kedaulatan rakyat terjaga. Pilkada harus menjadi lebih baik," tuturnya, Selasa (15/9/2020) saat memberikan sosialisasi 4 pilar MPR di Sasana Bhinneka Tunggal Ika, Desa Mundak Jaya, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. 

 
Ditegaskannya, bila melaksanakan kedaulatan rakyat lewat Pemilu, Pilkada, hal demikian tak boleh dilandasi dendam dan kebencian. "Menyebar kebencian bukan watak bangsa Indonesia," tegasnya.

Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu mengajak kepada semua dalam Pilkada untuk menyebarkan rasa kasih sayang. "Kita harus menciptakan suasana suka cita dan kegembiraan," ujarnya.     
 
Selain Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, hadir juga anggota MPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dedi Wahidi, serta beberapa anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan Indramayu.

"Saya bersyukur bisa melakukan sosialisasi di Indramayu. Sebagai warga negara Indonesia yang percaya kepada Tuhan yang Maha Esa, mari kita selalu bersyukur atas nikmat hidup," ucap pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu.

Dikatakan oleh politisi PKB itu, Indramayu merupakan daerah yang subur dan kaya raya. Sawah terbentang luas dengan produk padi yang melimpah. Tak hanya itu, di utara Indramayu, ada lautan luas yang kaya dengan ikan. "Apa yang ada perlu dimaksimalkan agar masyarakat bisa hidup sejahtera. Bukan malah sebaliknya kita impor beras," tandas Pria yang kerap disapa Gus Jazil Itu.
 
Kedatangan dirinya ke kabupaten yang berada di lintasan Pantai Utara Jawa (Pantura) itu kata Gus Jazil, yang utama adalah untuk melakukan Sosialisasi 4 Pilar MPR. "Di tas yang dibagikan, di sana sudah komplit buku mengenai 4 Pilar," tuturnya.

Ia berharap agar buku-buku yang ada dibaca sampai tuntas. "Dibaca-baca tidak akan habis-habis," ucapnya sambil tersenyum.
 
Di kalangan NU kata Gus Jazil, Sosialisi 4 Pilar lebih dikenal dengan nama Sosialisasi PBNU, yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD NRI Tahun 1945.
"Jadi empat pilar itu bisa disingkat juga sebagai PBNU," candanya.

Nilai-nilai itu menurut alumni PMII wajib dikuatkan, dijaga, dan dilaksanakan dalam keseharian. "Komitmen kita menjaga 4 Pilar. Meski penduduk Indramayu ini beragam, tapi harus tetap NKRI," pungkasnya.***


wwwwww