Home  /  Berita  /  Umum

Aneh, Babi Hutan Ini Tidur Harus Pakai Bantal dan Menangis Saat Diusir, Begini Penampakannya

Aneh, Babi Hutan Ini Tidur Harus Pakai Bantal dan Menangis Saat Diusir, Begini Penampakannya
Babi hutan yang dipakaikan baju dan celana tidur menggunakan bantal. (okezone.com)
Rabu, 02 September 2020 12:09 WIB

MURATARA -  Seekor babi hutan di Desa Karang Waru, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, menyedot perhatian masyarakat karena memiliki prilaku berbeda dengan babi hutan pada umumnya.

Dikutip dari Okezone.com, babi betina itu tidak mau tidur kalau tidak diberi bantal dan selimut.

Sebelumnya babi hutan yang seharusnya liar itu justru jinak dan membuntuti salah seorang warga dari hutan sampai pulang ke rumah. Pada saat orang yang dibuntutinya mengusir, sang babi justru tak mau pergi dan mengeluarkan air mata seperti menangis.

Reno (34) warga Desa Karang Waru, Kecamatan Rupit, mengatakan, babi aneh itu kini diperlukan seperti manusia, dipakaikan baju dan celana.

Hewan tersebut juga diberi makanan yang biasa dikonsumsi manusia, yakni nasi dan diberi minum susu.

''Kalau menjelang malam, kita kasih bantal dan selimut, baru mau tidur,'' katanya.

Reno sebenarnya kasihan dengan babi itu dan sudah berupaya melepaskannya, namun tak mau pergi. Hingga kini babi tersebut masih dipelihara oleh Reno sehingga menjadi tontonan warga.

Pantauan di lapangan, sejak ramainya pemberitaan dan video babi itu viral, warga terus berbondong-bondong berdatangan melihat binatang unik tersebut.

Uding (25), warga dari Lubuklinggau mengaku penasaran dengan babi itu setelah melihat informasi di media sosial

''Saya tuh sengaja datang ke sini karena penasaran, heran juga ada babi hutan jinak, biasanya kan babi hutan itu kalau lihat manusia pasti lari atau kita yang diseruduknya,'' ujarnya.

''Terlebih lagi yang buat saya lebih penasaran dengan babi ini adalah kalau tidurnya pakai bantal dan selimut, terus juga makannya nasi, minum susu,'' pungkasnya

Diimbau Melepaskan Menanggapi babi berperilaku unik tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Ikhsan Baijuri mengatakan, bahwa keanehan yang disebut-sebut ada pada babi itu terkesan dibuat-buat.

Karena menurut Ikhsan, babi itu jinak kemungkinan sebelumnya peliharaan orang lain dan sudah merasa nyaman dengan manusia. Sehingga menjadi seperti yang sekarang ini.

''Kemungkinan babi itu dipelihara orang lain dari kecil, lalu lepas. Dan perlu diketahui, binatang yang dipelihara sejak kecil pasti jinak,'' ujarnya, Selasa (1/9/2020).

Dijelaskannya, bahwa bagi umat Islam babi adalah najis dan diharamkan menyentuhnya.

''Ironis sekali, saya lihat di media sosial babi itu dikasih baju, digendong-gendong, dipegang-pegang sama anak-anak. Bahkan kabarnya sekarang ingin dipuja, karena kemungkinan bisa menyembuhkan penjakit, itu bisa menyesatkan,'' tuturnya.

Oleh karena itu ia meminta kepada warga yang dibuntuti babi itu atau yang memeliharanya saat ini agar melepaskan hewan tersebut ke hutan dan dibiarkan berkeliaran di habitatnya.

''Saya juga mengimbau kepada masyarakat, agar tidak mengunjungi atau mendatangi babi itu lagi. Sudah lepaskan babi itu, kasihan,'' katanya.

Ditegaskan oleh Ikhsan, bahwa babi bukanlah tempat meminta rezeki atau meminta kesembuhan dari penyakit.

''Memintalah kepada Allah, karena semua berasal dari Allah, kalau mendatangi dan meminta selain kepada Allah bisa menjadi musyrik,'' tegasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:Peristiwa, Umum

wwwwww