Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cerita Pilu Istri Berkali-kali Dijual Suami Demi Lunasi Utang di Tanah Datar Sumbar
Sumatera Barat
21 jam yang lalu
Cerita Pilu Istri Berkali-kali Dijual Suami Demi Lunasi Utang di Tanah Datar Sumbar
2
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
Hukum
10 jam yang lalu
Ribuan Warga Ketapang Mengamuk, TKA China jadi Bulan-bulanan, Dipukuli dan Kabur ke Hutan
3
Rachmawati Soekarnoputri Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Gerindra
Politik
22 jam yang lalu
Rachmawati Soekarnoputri Ditunjuk Jadi Dewan Pembina Gerindra
4
Sebelum ada Vaksin, Jusuf Kalla Minta Pilkada Ditunda
Politik
21 jam yang lalu
Sebelum ada Vaksin, Jusuf Kalla Minta Pilkada Ditunda
5
Syarief Hasan Minta Santri Tingkatkan Pemahaman Empat Pilar
GoNews Group
17 jam yang lalu
Syarief Hasan Minta Santri Tingkatkan Pemahaman Empat Pilar
6
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
GoNews Group
13 jam yang lalu
DPR Dorong Komitmen Pemerintah Bangun Transportasi Berbasil Rel
Home  /  Berita  /  Umum

Kasus Covid -19 Terus Meningkat, Ini Pandangan Pemerhati Sosial Jelang Pelaksanaan Kegiatan MMF Bukittinggi - Agam

Kasus Covid -19 Terus Meningkat, Ini Pandangan Pemerhati Sosial Jelang Pelaksanaan Kegiatan MMF Bukittinggi - Agam
Minangkabau Muharram Festival (MMF). (net)
Senin, 31 Agustus 2020 14:57 WIB
Penulis: Jontra
BUKITTINGGI - Semakin meningkatnya setiap hari kasus pandemi Covid - 19 di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam menjadi perhatian khusus warga masyarakat. Kegiatan Minangkabau Muharram Festival (MMF) yang akan digelar pada 3 sampai 7 September 2020 di Kabupaten Agam - Bukittinggi yang akan menghadirkan banyak massa mendapat sorotan dari beberapa orang pemerhati sosial.

Kegiatan yang melibatkan konsentrasi massa tersebut dinilai belum tepat, karena jumlah kasus Covid - 19 di daerah Bukittinggi dan Agam terus mengalami peningkatan kasus setiap harinya sampai hari ini.

Menurut jadwal, panitia MFF sendiri akan mendatangkan 4 orang ulama nasional dalam acara ini. Sementara itu, kegiatannya sendiri akan dipusatkan di sejumlah Masjid yang berada di kawasan Bukittinggi dan Agam.

Diantara kegiatan itu meliputi Subuh Berjamaah, Road Show Dakwah, Bazar 3 Hari, Pentas Seni dan Talkshow.

Seorang Pemerhati Sosial Agam - Bukittinggi, Lukman memberikan tanggapannya terkait kegiatan itu, menurutnya di tengah pandemi Covid-19 ini, sebaiknya kegiatan yang menghimpun massa agar dipertimbangkan kembali, mengingat saat ini kasus Covid-19 setiap harinya terus bertambah. Bahkan, kasusnya sendiri termasuk pada klaster orang tanpa gejala (otg) dan korban yang sudah kita ketahui diantaranya adalah beberapa orang pejabat publik di Sumatera Barat. Hal ini tentu saja sungguh mengkhawatirkan bagi kita bersama, ujarnya.

"Dari data yang ada saat ini, kasusnya sendiri terus mengalami peningkatan setiap hari, bahkan ada korban yang meninggal dunia. Ini membuktikan wabah Covid-19 masih membahayakan bagi masyarakat apalagi diantara kerumunan massa. Orang yang sudah terpapar bisa saja menularkan virus ke massa lainnya yang tengah berhimpun," ulasnya.

Dalam kesempatan itu, Lukman juga berharap kepada pihak - pihak yang memberikan perizinan untuk diadakannya kegiatan yang menghimpun massa, agar benar-benar memperhatikan protokoler Covid-19. Namun, jika tidak bisa menerapkan prosedur itu sebaiknya kegiatan itu ditiadakan saja, sampai kondisi Covid-19 tidak lagi menjadi momok bagi kerumunan warga, ucapnya.

"Lukman juga mencontohkan, saat kegiatan itu berlangsung nanti, kita tidak tahu jamaah yang datang dari daerah mana saja. Kita juga tidak tahu, apa setiap orang yang datang ke lokasi kegiatan steril dari Covid-19. Untuk itulah kita harus mengantisipasi nya sejak dini," tukasnya.

Dirinya juga berharap agar pihak terkait, baik itu dari pemerintah daerah maupun pihak keamanan agar memperhatikan kembali kegiatan yang menghadirkan konsentrasi massa. Karena keruman massa sangat rentan untuk terpapar. Situasi terkini yang terjadi saat ini, pantas untuk menjadi bahan pertimbangan. Kalau tidak sesuai dengan prosedur yang ada, sebaiknya diundur saja kegiatan itu," harapnya.

Terpisah, Ketua MUI Bukittinggi, Aidil Alfin terus mengimbau agar pihak panitia untuk memperhatikan kembali protokoler Covid-19 dalam melaksanakan acara, karena kegiatan banyak dipusatkan di Masjid.

Aidi Arifin menyarankan baik panitia kegiatan maupun petugas mesjid nanti benar-benar memperhatikan jamaah yang tidak menerapkan protokol Covid-19. Selain itu, Masjid juga harus menyediakan tempat pencucian tangan dan alat pengukur suhu, bagi jamaah yang hadir dalam kegiatan tersebut.

"Antisipasi tetap lah menjadi hal yang utama, jika ada jamaah datang yang tidak memakai masker sebaiknya panitia acara menyediakan masker untuk mereka. Begitupun di Masjid, jarak antara satu jamaah dengan jamaah lain tetap dibatasi, istilahnya pshycal distancing mesti tetap diterapkan," terangnya.

Aidil Alfin menambahkan, di tengah pandemi Covid-19, masyarakat diminta untuk beribadah secara ilmu. Karena, sebelumnya MUI telah mengeluarkan edaran terkait prosesi ibadah di Masjid dalam situasi pandemi Covid -19, ujarnya.

Seperti diketahui saat ini, untuk kasus Covid-19 di Bukittinggi hingga hari ini tercatat 59 kasus, 3 pasien diantaranya meninggal dunia sedangkan kasus Covid-19 di Kabupaten Agam sebanyak 106 kasus dengan 3 pasien meninggal dunia.(**)


wwwwww