Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ini Penjelasan Telkom IndiHome dan Telkomsel Soal Gangguan Internet di Sumatera
Peristiwa
23 jam yang lalu
Ini Penjelasan Telkom IndiHome dan Telkomsel Soal Gangguan Internet di Sumatera
2
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
Hukum
11 jam yang lalu
Calon Wagub Sumbar Usungan Gerindra Jadi Tersangka
3
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
Peristiwa
10 jam yang lalu
Suami Jual Istri 2 Tahun Layani Threesome, Pelanggannya Ada Wanita, Begini Pengakuannya
4
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
Nasional
8 jam yang lalu
Terkait Skandal Djoko Tjandra, Kejagung Tangkap Jaksa Pinangki Selasa Malam
5
Terapkan Customer Identity and Access Management, XL Axiata Permudah Pelanggan Akses Berbagai Layanan Digital
Ekonomi
23 jam yang lalu
Terapkan Customer Identity and Access Management, XL Axiata Permudah Pelanggan Akses Berbagai Layanan Digital
6
Shin Tae Yong Pulangkan 11 Pemain Timnas U 19
GoNews Group
23 jam yang lalu
Shin Tae Yong Pulangkan 11 Pemain Timnas U 19
Loading...
Home  /   Berita  /   Nasional

Segini Anggaran yang Dibutuhkan Eijkman untuk Kembangkan Vaksin

Segini Anggaran yang Dibutuhkan Eijkman untuk Kembangkan Vaksin
Ilustrasi: stockphoto.
Jum'at, 24 Juli 2020 15:46 WIB
JAKARTA - Vaksin Covid-19 dari Sinovac, China telah tiba di Indonesia dan akan diuji kepada seribuan orang sebelum akhirnya diproduksi. Mampukah Indonesia memproduksi vaksin sendiri?

Menurut Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Indonesia/IAKMI Dr. Hermawan Saputra, Indonesia memiliki peneliti-peneliti yang hebat dengan kepakaran yang sebenarnya cukup lengkap.

Tetapi memang, kata Hermawan, Kamis kemarin, "tentu ada teknologi, ada anggaran di situ, juga ada advokasi global,".

"Karena bicara vaksin itu ada kaitannya dengan perdagangan vaksin global. Jadi bagaimana meng-endorse agar bio farma sebagai BUMN bidang vaksin ini betul-betul mampu tampil secara global," kata Hermawan.

Terkait hal ini, Legislator Komisi XI DPR RI, Anis Byarawati menegaskan pentingnya penelitian, pengembangan dan produkasi vaksin lokal. Indonesia harus berdaulat vaksin dan pemerintah harus mendukung para peneliti lokal.

Tapi, kata Anis, anggaran untuk Riset penemuan vaksin virus SARS Cov-2 2020 sebesar Rp 35 miliar, justru mendapat potongan Rp 1,4 miliar. Sementara untuk anggaran vaksin tahun 2021, masih menunggu nota keuangan dan RAPBN 2021 yang diharap akan disampaikan melalui Pidato Presiden pada Agustus mendatang.

"Kita imbau pemerintah lebih aware terhadap ini. Untuk itu butuh riset. Kita harus sadar, butuh riset yang dikembangkan oleh kita," kata Anis.

Lalu berapa sebetulnya anggaran yang dibutuhkan peneliti lokal untuk menghasilkan vaksin yang sesuai dengan kebutuhan lokal?

Kepala Lembaga Biologi Mokuler Eijkman, Prof. Amin Subandrio mengungkapkan, pihaknya diberi waktu 12 bulan dan dilanjutkan dengan uji klinik fase 1-2-3 selama sekitar 12 bulan.

"Dana yang dibutuhkan untuk pengembangan vaksin skala lab sekitar Rp 10 milyar," kata Prof. Amin, Jumat (24/7/2020).***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : GoNews Group, Kesehatan, Nasional

Loading...
www www