Home  /  Berita  /  Politik

Gerebek Penampungan PMI Ilegal, Benny Rhamdhani Kembali Tegas Siap Perang dengan Mafia

Gerebek Penampungan PMI Ilegal, Benny Rhamdhani Kembali Tegas Siap Perang dengan Mafia
Kepala BP2MI, Benny Rhamdhani saat memberikan keterangan pers. (GoNews.co)
Sabtu, 18 Juli 2020 14:55 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdhani kembali menyatakan perang terhadap sindikat mafia perusahaan pengiriman pekerja migran Indonesia ke luar negeri.

Demikian dikatakan Benny Rhamdhani usai memimpin langsung penggerebekan lokasi yang diduga menampung Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal, di Apartemen Bogor Icon, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/7/2020) dinihari.

"Saya memastikan di era kepemimpinan saya terkait perlindungan kepada PMI, negara akan hadir bahkan harus hadir dan hukum harus bekerja. Kehadiran negara membuktikan bahwa atas dasar perintah konsitusi negara harus dan wajib memberikan perlindungan kepada setiap warganegaranya," kata Benny.

Dalam penggerebekan yang berlangsung dari Jumat malam hingga Sabtu dini hari tadi ditemukan 25 calon PMI yang akan diberangkatkan ke Thailand.

Para calon PMI tersebut antara lain berasal dari Subang, Bandung, Solo dan Tuban ditampung di sejumlah kamar apartemen. Namun dari 25 calon PMI hanya 18 orang yang berhasil diamankan di lokasi. Diantaranya 15 laki-laki dan 3 perempuan. 

Calon PMI dan sejumlah dokumen yang ditemukan di lokasi penggerebekan langsung dibawa ke Gedung BP2MI di Jalan MT Haryono Jakarta.

Tim BP2MI menggali informasi lebih lanjut dari para calon PMI yang diamankan, termasuk mendalami PT Duta Buana sebagai perusahaan penyakur dan perekrut, sebelum melaporkan temuan ini ke kepolisian.

Ketegasan Benny Rhamdhani dalam memerangi sindikat mafia PMI tersebut, menurutnya sudah mendapat restu langsung dari Presiden Jokowi.

"Pak Jokowi memerintahkan kepada saya untuk memberikan perlindungan kepada PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki. Hukum harus bekerja. Artinya negara tidak boleh kalah oleh para penjahat yang selama ini bertopeng sebagai perusahaan pengiriman tenaga kerja," katanya.

Sebelumnya, BP2MI menggerebek sebuah rumah yang dijadikan tempat penampungan PMI ilegal di Perumahan Permata Cibubur, Cluster Phoenix, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin sore, 13 Juli 2020. Hasil penggerebekan ditemukan 7 calon PMI akan dikirim ke Singapura secara nonprosedural.

Para korban diiming-imingi pekerjaan menggiurkan di Singapura dengan paspor dan visa yang disediakan PT Sentosa Karya Aditama dan PT Al Zaidi sebagai perusahaan penyalur dan perekrut. Namun proses pengiriman tidak menggunakan prosedur yang seharusnya.

Terkait temuan di Cileungsi, BP2MI telah membuat laporan ke Bareksrim Polri. Laporan disampaikan langsung oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani dengan membawa sejumlah barang bukti, termasuk 232 dokumen yang berisi nama calon PMI yang akan diberangkatkan ke negara penempatan.***


wwwwww