Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Yemmelia: Pilkada Bukan Ajang Balas Sakit Hati
Bukittinggi
14 jam yang lalu
Yemmelia: Pilkada Bukan Ajang Balas Sakit Hati
2
Jokowi dan Menteri Tak Pakai Masker Saat Rapat Penanganan Covid-19, Begini Penjelasan Kepala Setpres
Nasional
16 jam yang lalu
Jokowi dan Menteri Tak Pakai Masker Saat Rapat Penanganan Covid-19, Begini Penjelasan Kepala Setpres
3
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
GoNews Group
22 jam yang lalu
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
4
Total 115.056 Orang, 1.922 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 26 Provinsi, Ini Rinciannya
Kesehatan
19 jam yang lalu
Total 115.056 Orang, 1.922 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 26 Provinsi, Ini Rinciannya
5
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
Agam
4 jam yang lalu
Satu Keluarga Perantau Tertular Covid-19 Saat Berada di Agam
6
Bagja Meninggal Dunia, Sepakbola Indonesia Berduka
GoNews Group
19 jam yang lalu
Bagja Meninggal Dunia, Sepakbola Indonesia Berduka
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Hetifah Dorong Kematangan Sistem Pembelajaran di Era Kenormalan Baru

Hetifah Dorong Kematangan Sistem Pembelajaran di Era Kenormalan Baru
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. (Foto: Ist.)
Senin, 13 Juli 2020 14:56 WIB
JAKARTA - Tahun Ajaran 2020-2021 telah dimulai, sebagian sekolah telah dibuka dan menerapkan kegiatan belajar mengajar tatap muka, sementara bagi orang tua yang khawatir, diperkenankan untuk memilih anaknya belajar dari rumah alias menerapkan model pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Hal tersebut menjadi potret kondisi dunia pendidikan nasional saat ini. Yang menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, dibutuhkan persiapan dan target-target yang juga berbeda.

Hetifah mencontohkan, dalam penerapan kompetensi dasar siswa, tidak semuanya perlu dikejar. "Guru sebaiknya dapat memilah-milah mana kompetensi yang benar-benar harus dicapai siswa, mana yang bisa dikesampingkan dahulu,".

"Sebaiknya tidak membebani siswa dan orangtua dengan target-target yang terlalu sulit dicapai dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kemendikbud saya harap bisa segera meluncurkan kurikulum darurat yang katanya sedang disusun, agar guru-guru seluruh Indonesia memiliki acuan yang sama dalam pemangkasan tersebut," paparnya kepada wartawan, Senin (13/7/2020).

Hetifah berharap pihak sekolah telah lebih siap untuk melaksanakan PJJ dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

"Beberapa bulan ini kita semua sudah sama-sama beradaptasi, contohnya dengan penggunaan teknologi. Saya harap sekolah dan guru dapat mulai menggunakan platform-platform pembelajaran yang ada, karena berdasarkan survey banyak yang masih belum digunakan. Padahal itu sangat bermanfaat dan membantu proses pembelajaran," jelasnya.

Salah satu yang memiliki peran sentral dalam menyukseskan pembelajaran jarak jauh ini adalah orangtua. Kepada mereka, Hetifah memberikan semangatnya.

"Saya tahu ini masa-masa yang sulit. Saya harap ini tidak terlalu menjadi beban mental untuk mencapai target-target tertentu. Kesehatan fisik maupun psikologis orangtua dan anak di masa sulit ini adalah yang paling utama," ucapnya.

Hetifah yang juga merupakan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kesra ini menambahkan, jika ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi orangtua dalam PJJ, sebaiknya dikomunikasikan ke pihak sekolah.

"Komunikasi antar guru dan orangtua harus ditingkatkan, agar guru dapat mengerti bagaimana keadaan orangtua di rumah. Karena keadaan setiap keluarga berbeda-beda, maka tidak bisa disamaratakan. Bisa ada kebijakan-kebijakan khusus dari sekolah bagi keluarga-keluarga yang memang membutuhkan," pungkasnya.***

Editor : Muhammad Dzulfiqar
Kategori : Pendidikan, Nasional, GoNews Group

Loading...
www www