Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Pengadilan Meninggal di Kolam, Suami Sebut Korban Alami Keram
Peristiwa
11 jam yang lalu
Ketua Pengadilan Meninggal di Kolam, Suami Sebut Korban Alami Keram
2
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
GoNews Group
10 jam yang lalu
Prakerja Gelombang 10 Dibuka untuk Capai Kuota, Rp672an Miliar dari RKUN Belum Diputus
3
"Bicara Buku bareng Wakil Rakyat", Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
Politik
17 jam yang lalu
Bicara Buku bareng Wakil Rakyat, Dede Yusuf Soroti Isu Kesejahteraan PMI
4
Pimpinan MPR: Jangan Anggap Remeh Kaum Perempuan
Politik
17 jam yang lalu
Pimpinan MPR: Jangan Anggap Remeh Kaum Perempuan
5
Syarief Hasan: Saya Bangga Santri Sudah Paham 4 Pilar MPR
Politik
17 jam yang lalu
Syarief Hasan: Saya Bangga Santri Sudah Paham 4 Pilar MPR
6
Ngobras Bareng Pecinta Satwa, Ketua MPR Dorong Penangkaran dan Pelestarian Satwa
Politik
16 jam yang lalu
Ngobras Bareng Pecinta Satwa, Ketua MPR Dorong Penangkaran dan Pelestarian Satwa
Home  /  Berita  /  Payakumbuh

Payakumbuh Pastikan Perempuan Korban Kekerasan Dapat Perlindungan

Payakumbuh Pastikan Perempuan Korban Kekerasan Dapat Perlindungan
Kepala Dinas P3AP2KB Syahnadel Khairi. (ANTARA/Akmal Saputra)
Senin, 06 Juli 2020 23:21 WIB
PAYAKUMBUH - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DP3AP2KB) Kota Payakumbuh, Sumatera Barat memastikan perempuan korban kekerasan mendapatkan perlindungan dan bantuan hukum yang maksimal.

Kepala Dinas P3AP2KB Syahnadel Khairi di Payakumbuh, Senin, mengatakan dalam memastikan perempuan korban kekerasan mendapatkan perlindungan, pihaknya telah bekerja sama dengan aparat penegak hukum.

"Khusus untuk bantuan penegakan hukum, kami telah bekerja sama dengan jaksa, polisi, advokat dan lainnya tentang akses keadilan bagi perempuan korban kekerasan,” kata dia didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Kota Payakumbuh Erma Yunita.

Ia mengatakan terdapat lima layanan yang diberikan kepada perempuan korban kekerasan, yakni, layanan pengaduan, medis, rehabilitasi sosial, bantuan penegakan hukum, layanan pemulangan dan integrasi sosial.

"Tapi Alhamdulillah kasus kekerasan terhadap perempuan di Payakumbuh masih tergolong biasa-biasa saja dan dapat diselesaikan di tingkat RT, RW dan kelurahan," ujarnya.

Meski saat ini tidak banyak kasus kekerasan perempuan yang tergolong besar, pihaknya tidak menampik masih ada kekerasan yang dilakukan terhadap perempuan.

Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya terus melakukan tindakan preventif dengan melakukan sosialisasi sampai ke tingkat kelurahan.

"Dalam melakukan tindakan preventif, kami juga bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang juga terdiri dari Unsur LBH, Polres, Kejaksaan, Pengadilan, RSUD, psikolog dan unsur OPD terkait serta lembaga masyarakat," ujarnya.

Salah satu yang sering dilakukan dan penting dilakukan untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan adalah parenting. Sebab, angka kekerasan terhadap perempuan cukup banyak terjadi di dalam rumah tangga.

"Tidak hanya itu kami juga memberikan pelatihan-pelatihan dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan. Karena, permasalahan ekonomi juga salah satu yang menjadi pemicu pertengkaran," kata dia. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Hukum, Sumatera Barat, Payakumbuh

wwwwww