Home  /  Berita  /  Payakumbuh

Payakumbuh Pastikan Perempuan Korban Kekerasan Dapat Perlindungan

Payakumbuh Pastikan Perempuan Korban Kekerasan Dapat Perlindungan
Kepala Dinas P3AP2KB Syahnadel Khairi. (ANTARA/Akmal Saputra)
Senin, 06 Juli 2020 23:21 WIB
PAYAKUMBUH - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DP3AP2KB) Kota Payakumbuh, Sumatera Barat memastikan perempuan korban kekerasan mendapatkan perlindungan dan bantuan hukum yang maksimal.

Kepala Dinas P3AP2KB Syahnadel Khairi di Payakumbuh, Senin, mengatakan dalam memastikan perempuan korban kekerasan mendapatkan perlindungan, pihaknya telah bekerja sama dengan aparat penegak hukum.

"Khusus untuk bantuan penegakan hukum, kami telah bekerja sama dengan jaksa, polisi, advokat dan lainnya tentang akses keadilan bagi perempuan korban kekerasan,” kata dia didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Kota Payakumbuh Erma Yunita.

Ia mengatakan terdapat lima layanan yang diberikan kepada perempuan korban kekerasan, yakni, layanan pengaduan, medis, rehabilitasi sosial, bantuan penegakan hukum, layanan pemulangan dan integrasi sosial.

"Tapi Alhamdulillah kasus kekerasan terhadap perempuan di Payakumbuh masih tergolong biasa-biasa saja dan dapat diselesaikan di tingkat RT, RW dan kelurahan," ujarnya.

Meski saat ini tidak banyak kasus kekerasan perempuan yang tergolong besar, pihaknya tidak menampik masih ada kekerasan yang dilakukan terhadap perempuan.

Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya terus melakukan tindakan preventif dengan melakukan sosialisasi sampai ke tingkat kelurahan.

"Dalam melakukan tindakan preventif, kami juga bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang juga terdiri dari Unsur LBH, Polres, Kejaksaan, Pengadilan, RSUD, psikolog dan unsur OPD terkait serta lembaga masyarakat," ujarnya.

Salah satu yang sering dilakukan dan penting dilakukan untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan adalah parenting. Sebab, angka kekerasan terhadap perempuan cukup banyak terjadi di dalam rumah tangga.

"Tidak hanya itu kami juga memberikan pelatihan-pelatihan dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan. Karena, permasalahan ekonomi juga salah satu yang menjadi pemicu pertengkaran," kata dia. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:Antara
Kategori:Hukum, Sumatera Barat, Payakumbuh
wwwwww