Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Otong Tewas Usai Ditangkap dan Kepalanya Dibungkus Lakban, Polisi Sebut Karena Sesak Napas
Peristiwa
20 jam yang lalu
Otong Tewas Usai Ditangkap dan Kepalanya Dibungkus Lakban, Polisi Sebut Karena Sesak Napas
2
Viral Pedagang Nangis Dilarang Jualan Usai Tegur 'Istri Wakapolda'
Peristiwa
20 jam yang lalu
Viral Pedagang Nangis Dilarang Jualan Usai Tegur Istri Wakapolda
3
Otong Tewas Diduga Disiksa Polisi, Jokowi dan DPR Didesak Revisi KUHAP
Hukum
20 jam yang lalu
Otong Tewas Diduga Disiksa Polisi, Jokowi dan DPR Didesak Revisi KUHAP
4
Akibat Pandemi, Ratusan Mama Muda Bakal jadi Janda Baru
Peristiwa
19 jam yang lalu
Akibat Pandemi, Ratusan Mama Muda Bakal jadi Janda Baru
5
Tito Karnavian: Air Wudhu Tidak Membunuh Virus Corona
Kesehatan
20 jam yang lalu
Tito Karnavian: Air Wudhu Tidak Membunuh Virus Corona
6
Berharap Anak Masuk Akpol, Anggota Polisi Tertipu Rp1,35 Miliar, Pelakunya Tersangka Korupsi Rp5,9 Miliar
Hukum
24 jam yang lalu
Berharap Anak Masuk Akpol, Anggota Polisi Tertipu Rp1,35 Miliar, Pelakunya Tersangka Korupsi Rp5,9 Miliar
Loading...
Home  /   Berita  /   Padang

Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh

Polisi Padang Selidiki Pencabulan Anak Usia Lima Tahun di Pauh
Tersangka usai diamankan oleh Unit PPA Polresta Padang. (ANTARA/Istimewa)
Senin, 06 Juli 2020 23:20 WIB
PADANG - Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat tengah menyidik kasus dugaan pencabulan anak berusia lima tahun yang terjadi di kawasan Pauh daerah setempat.

"Setelah menerima laporan dari pihak korban, kami langsung memproses kasus tersebut dan menangkap seorang pelaku S (43)," kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda, di Padang, Senin.

Saat ini penyidik telah menetapkan status pria yang diketahui merupakan tetangga korban itu sebagai tersangka.

Korban diketahui merupakan anak yatim karena bapaknya telah meninggal dunia.

Tersangka dijerat dengan pasal 82, Juncto (Jo) 76E Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang nomor I Tahun 2016 Tentang perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

"Terhadap tersangka kami melakukan penahanan badan," katanya.

Rico menyebutkan untuk mengusut kasus itu pihaknya telah mengambil visum serta memintai keterangan korban yang didampingi oleh psikolog.

Kepada polisi tersangka mengakui baru melakukan perbuatan itu sebanyak dua kali, namun polisi masih terus mendalami kasus dan mengkonfrontir keterangannya dengan keterangan korban.

Diketahui perbuatan tersebut dilakukan tersangka dengan cara membujuk rayu korban, kemudian melakukan aksi cabulnya.

Laporan kasus tersebut diterima pihak Polresta Padang tertanggal 11 Mei 2020 dengan nomor: LP/236/B/VI/2020/RESTA SPKT UNIT I.

Sementara penangkapan dilakukan petugas pada Jumat (26/6) sekitar pukul 23.00 WIB.

Peristiwa bejat tersebut juga sempat menjadi perhatian warganet setelah diunggah oleh salah satu akun media sosial.

Korban dalam video tersebut mengaku mengalami sakit. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : Antara
Kategori : Hukum, Sumatera Barat, Padang

Loading...
www www